Page 117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 117

pandemi  Covid-19.  Pemerintah  Kabupaten  Bantul  menganggarkan  Rp  1,7  miliar  untuk  22
              program pelatihan dan dua pemberdayaan.

              Sekretaris  Disnakertrans  Bantul  Istirul  Wijilastuti  menyebut,  dinasnya  melakukan  follow  up
              kebijakan Kementrian Ketenagakerjaan (Ke-menaker). Alokasi dana penaganan dampak Covid-
              19 terhadap tenaga kerja di Bantul diwujudkan pelatihan kerja melalui program padat karya.
              Kabupaten Bantul mendapatkan alokasi Rp 1,6 miliar. "Ditambah pemberdayaan tenaga kerja
              dalam membuat wastafel dan masker sebesar Rp 150 juta. Jadi total bantuannya Rp 1,7 miliar,"
              kata Tirul, Jumat (3/7).

              Program pelatihan difokuskan pada bidang pembuatan alat pendukung protokoler kesehatan,
              seperti hand sani-tizer, masker, alat pelindung diri (APD), dan wastafel. Namun, pelaksanaannya
              masih menunggu instruksi dari Balai Latihan Kerja (BLK) Solo. "Karena kami di bawah BLK Solo
              untuk kegiatan pelatihannya," jelasnya.

              Tirul mengakui pelatihan ini tidak menyerap banyak tenaga kerja. Sebab setiap pelatihan hanya
              menampung 16 orang tenaga kerja. Sedangkan pemberdayaan tenaga kerja untuk pembuatan
              masker dan wastafel menyerap 32 orang. Jadi totalnya hanya menyerap sebanyak 382 tenaga
              kerja. Padahal, tenaga kerja yang terdampak di Bantul jumlahnya lebih dari 8.000 orang. "Kami
              prioritaskan untuk yang terkena PHK, dirumahkan, atau usahanya tidak jalan dulu," sebutnya.

              Untuk itu Disnakertrans masih menunggu program lain dari Kemenaker. Tirul berharap, program
              perluasan  kerja  nantinya  membuka  kegiatan  program  kerja  mandiri,  produksi,  maupun
              infratruktur. "Saya sudah mengusulkan data ke Ditjen Binapenta dan PPK, mu-dah-mudahan
              (mendapat alokasi untuk) karyawan lain yang terdampak," ucapnya.

              Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bantul Ponijan mengaku belum
              mengetahui program padat karya yang akan diselenggarakan oleh Disnakertrans. Namun, dia
              mendukung pelaksanaan program. Hanya saja perlu pendataan dan kriteria tenaga kerja yang
              terdampak  harus  diperinci.  Dia  menilai,  kondisi  pekerja  sudah  berbeda  dari  awal  pandemi.
              "Setelah memasuki masa new normal, geliat usaha mulai bangkit dan secara ekonomi lebih baik.
              Meskipun belum sepenuhnya," ucapnya.

              Salah  satu  pekerja  yang  sempat  dirumahkan  Aris  Subagyo  misalnya.  Dia  mengaku  sudah
              kembali bekerja saat dihubungi Radar Jogja. Pabrik tempatnya dulu bekerja sudah beroperasi
              normal. Kendati begitu, Aris tidak menjawab, dia masih menerima bantuan dari kartu pra-kerja
              atau tidak. (cr2/din/er)



























                                                           116
   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122