Page 120 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 120

Sehari kemudian Terawan geser ke Solo, Jawa Tengah. Di sana, dia memberikan, penghargaan
              dan  santunan  kepada  keluarga  dua  tenaga  kesehatan  yang  gugur.  Masing-masing  keluarga
              tenaga kesehatan tersebut diberi santunan Rp 300 juta. Penyerahan santunan dilakukan di RS
              dr Oen Solo Baru. Sukoharjo. Ikut hadir dalam kunjungan itu Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo,
              dan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.

              Kemarin, Terawan melanjutkan kunjungan kerja ke Jombang. Jawa Timur. Di sana, dia bersama
              Gubernur  Jawa  Timur,  Khofifah  Indar  Parawansa,  dan  Menteri  Desa  Pembangunan  Daerah
              Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul I lalim Iskandar, serta Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah,
              meletakan batu pertama pembangunan Gedung Bedah dan Rawat Inap RS Nahdlatul Ulama.

              Selain membuat Menkes rajin blusukan, serapan anggaran kesehatan juga meningkat. Kepala
              Badan  Kebijakan  Fiskal  (BKF)  Kementerian  Keuangan,  Febrio  Kacaribu  mengatakan,  sampai
              akhir  Juni  kemarin  ada  peningkatan  realisasi  di  bidang  kesehatan  menjadi  4,68  persen.  Ia
              berharap, satu minggu ke depan akan bergerak cukup jauh dibandingkan sebelumnya. Jubir
              Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo mengatakan, untuk detail perkembangan realisasi akan
              disampaikan langsung oleh Istana. Tujuannya agar memudahkan koordinasi antar kementerian
              dan pemda juga.

              '"Menurut kami sekarang sudah ada perbaikan signifikan dan kecepatan yang membaik," kata
              Yustinus kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

              Dia menambahkan, anggaran bidang kesehatan tak hanya di kementerian kesehatan. Tapi lintas
              kementerian termasuk pemerintah daerah. Pengamat Kebijakan Publik dari UI, Agus Pambagio
              menilai,  kemarahan  Jokowi  itu  wajar  adanya.  Serapan  anggaran  bidang  kesehatan  begitu
              rendah. Dari Rp 75 triliun baru 1,53 persen yang baru dibelanjakan. Di sisi lain banyak dokter
              dan tenaga kesehatan yang belum mendapatkan insentif seperti yang dijanjikan. Padahal rakyat
              butuh pemasukan.
              Agus menjelaskan, salah satu tolok ukur prestasi kementerian adalah dari serapan anggaran.
              Kalau serapan anggaran di bawah 50 persen artinya kinerjanya buruk. Sekarang sudah masuk
              tengah tahun. Kalau sekarang masih di bawah 10 persen, sudah pasti di akhir tahun tidak akan
              sampai 100 persen.
              "Padahal di saat pandemi ini butuh banyak belanja untuk menggerakkan ekonomi " kata Agus.
              saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

              Kenapa serapan rendah? Kata dia, ada beberapa alasan. Pertama, menteri tidak bisa bekerja
              sama dengan para pejabat eselon 1 dan 2 seperti dirjen dan direktur. Menteri itu bekerja secara
              politis.

              Kedua, menteri atau kepala daerah masih gagap dalam bekerja. Masih menghadapi hamparan
              psikologis.  "Kalau  menteri  tidak  cepat  belajar,  ya  repot.  Dia  tidak  bisa  mengontrol  anak
              buahnya," ungkapnya.

              Menurut  Agus,  sebagai  orang  Solo,  Jokowi  sangat  menjaga  perasaan  orang  lain.  Kalaupun
              marah tentu di kalangan terbatas. Namun rupanya kemarahannya itu tidak direspons baik oleh
              para menterinya. Setelah 10 hari belum ada perubahan. Akhirnya video Jokowi marah diunggah
              oleh Biro Pers Istana.

              "Setelah  video  rame,  baru  para  menteri  bergerak.  Ada  gunanya  juga  video  tersebut,"
              pungkasnya.  bcg




                                                           119
   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125