Page 148 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 148

"Anggaran pelaksanaan program ini, kan besar. Ada Rp20 triliun. Sudah seharusnya program
              ini mendatangkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat," kata dia di Jakarta, Sabtu (4/7).


              Untuk melanjutkan program ini, evaluasi jadi keniscayaan untuk terus dilakukan. Itu dilakukan
              agar kelak program unggulan Presiden Jokowi tersebut benar bisa mengantarkan para calon
              pekerja pada dunianya.

              Jika perlu, kata dia, evaluasi tersebut melibatkan aparat penegak hukum. Ini diperlukan untuk
              mengantisipasi  adanya  dugaan  pelanggaran  hukum  di  dalam  pelaksanaan  program  kartu
              prakerja. Karena program unggulan, tentu harus sesuai harapan dan ekpektasi presiden, yaitu
              memberikan solusi bagi para pencari kerja, para pekerja yang ingin meningkatkan skill, dan
              terutama para pekerja korban PHK.

              "Dalam  melakukan  evaluasi  terhadap  program  kartu  prakerja,  pemerintah  diharapkan
              melibatkan berbagai pihak terkait. Setidaknya, pemerintah dapat melibatkan para pengusaha,
              organisasi buruh dan pekerja, akademisi, para pengamat, dan mereka yang dinilai memahami
              persoalan pelatihan kerja," jelasnya.

              Kartu  Prakerja  Dihentikan  Sementara    Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian,  Airlangga
              Hartarto  angkat  suara  terkait  dengan  penghentian  sementara  Program  Kartu  Prakerja.  Dia
              mengatakan, saat ini pemerintah tengah memperbaiki tata kelola di dalam proses penjaringan
              peserta dari kartu prakerja.

              Airlangga menyadari selama tiga bulan berjalan, permintaan untuk program kartu prakerja telah
              mencapai  10,4  juta.  Sementara  data  yang  dimiliki  oleh  Kementerian  Ketenagakerjaan
              terverifikasi 1,8 juta, dan belum terverifikasi 1,2 juta. Sedangkan yang mengaku terkena PHK
              dan dirumahkan mencapai 10 juta lebih.

              "Sehingga tentu ini harus ditata secara baik dan salah satunya tentu memperbaiki regulasi yang
              sebelumnya  bukan  untuk  pandemi  covid  disesuaikan  untuk  pandemi  covid,"  kata  Airlangga
              dalam web dinar dilakukan secara virtual, di Jakarta, Jumat (26/6).

              Dalam  pelaksanaannya,  pemerintah  memang  telah  meminta  bantuan  kepada  Komisi
              Pemberantasan  Korupsi  (KPK),  Kejaksaan  Agung,  Badan  Pengawasan  Keuangan  dan
              Pembangunan  (BPKP),  dan  Lembaga  Kebijakan  Pengadsan  Barang/Jasa  Pemerintah  (LKPP)
              untuk pendampingan. Hal itu sudah diantisipasi jika memang sewaktu-waktu terjadi hal yang
              menyimpang. (*).





















                                                           147
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153