Page 19 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 19
"Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para pekerjanya "kata Menaker Ida pada
pertemuan Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk Kawasan Asia dan Pasifik secara virtual
di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (2/7).
Dalam kesempatan itu, Ida memaparkan beberapa kebijakannya. Pertama, langkah-langkah
mitigasi dampak pandemi Covid-19 di sektor ketenagakerjaan berupa kebijakan tanggap (rapid
policyresponses).
Kedua, menyediakan program berupa insentif pajak penghasilan, relaksasi pembayaran
pinjaman/kredit, dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan relaksasi iuran Jaminan
Sosial Ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal.
"Ketiga, menyediakan jaring pengaman sosial bagi pekerja sektor informal. Pemerintah
memberikan bantuan sosial kepada 70,5 juta pekerja sektor informal yang termasuk dalam
kategori miskin dan rentan," ujarnya.
Keempat, memprioritaskan pemberian insentif pelatihan melalui Program Kartu Pra-kerja bagi
pekerja yang ter-PHK. Kelima yakni memperbanyak program perluasan kesempatan kerja
seperti padat karya tunai, padat karya produktif, terapan teknologi tepat guna (TTG), tenaga
kerja mandiri (TKM),dan kewirausahaan, yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja.
"Selanjutnya (keenam) perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, baik yang sudah
kembali ke Indonesia maupun yang masih berada di luar negeri," ujar Menaker.
Ida menyatakan sistem perlindungan sosial menjadi salah satu faktor kunci untuk ketahanan
sosial dan ekonomi suatu negara. "Berdasarkan pengalaman selama ini, kami berpandangan
bahwa jaring pengaman sosial sangat diperlukan dalam rangka mendukung perekonomian yang
stabil dan memberikan dukungan kepada pelaku usaha/industri serta melindungi pekerjaan,"
katanya.
Menurutnya, pemerintah Indonesia telah memberikan penambahan anggaran untuk program
terkait jaring pengaman sosial terhadap dampak Covid-19. -sudarsono-
18

