Page 211 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 211

2.754 PEKERJA DI TANGSEL TERKENA PHK

              Sebanyak 2.754 pekerja di Tangsel terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Adapun PHK
              tersebut dilakukan, karena terjadinya wabah Covid-19 yang melanda hampir seluruh wilayah
              Indonesia, salahsatu-nya di Tangsel.

              Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota
              Tangsel,  Endang  Wahyuningsih  mengungkapkan,  bahwa  2.754  orang  yang  terkena  PHK
              merupakan data gabungan pekerja yang terdampak Covid-19 di Tangsel.

              Adapun jumlah tersebut terdiri dari 1.626 pekerja yang terkena PHK di 43 perusahaan, 882
              pekerja  dirumahkan  dari  80  perusahaan  dan  246  orang  dari  sektor  usaha  mikro  kecil  dan
              menengah (UMKM).

              "Ribuan  pekerja  berasal  dari  sektor  industri,  kepariwisataan  dan  hiburan  seperti  hotel  dan
              restoran. Serta UMKM. Mereka tinggalnya ada di
              Depok, Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel. Itu semua yang kerja di
              Tangsel," katanya.

              Endang menyampaikan, dari jumlah 2.754 pekerja tersebut sebanyak 851 pekerja merupakan
              warga yang tinggal dan ber-KTP Tangsel. Khusus warga Tangsel yang terkena PHK ada 269
              orang, sementara warga yang dirumahkan ada 336 orang dan warga dari sektor UMKM ada 246
              orang.

              "Itu data mulai Maret Jadi, kita tanya dari semua perusahaan, UMKM pokoknya yang berdampak
              covid-19. Kami hanya mendata nanti mereka daftar secara online kartu prakerjanya," terangnya.

              Kendati demikian berdasarkan informasi, sambung Endang, para pekerja cukup kesulitan untuk
              mendapatkan kartu prakerja. Hingga pendaftaran kartu prakerja gelombang 4 sekarang ini para
              pekerja banyak yang belum terdftar.

              "Jadi gini, mereka itu kan sudah kita data, mereka harus mendaftarkan diri karena semua pakai
              online. Tapi kita tetap pantau, dari yang kita pantau itu hanya sedikit yang diterima. Jumlahnya
              mungkin belum sampai 10 persen. Kendalanya karena sistemnya masih sering error" ujarnya.

              Endang  menambahkan, nantinya  Pemkot Tangsel  di  2021  akan  memberikan  pelatihan yang
              dikhususkan korban PHK. "Yang pasti 2021, karena menggunakan anggaran 2021. Itu untuk
              yang warga Tangsel," tambahnya. (BNN/ruuirm).


























                                                           210
   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216