Page 206 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 206

PENGHENTIAN PAKET PELATIHAN KARTU PRAKERJA DINILAI TAK SELESAIKAN
              MASALAH

              JAKARTA,  - Seorang CEO salah satu media daring yang juga peserta Kartu  Prakerja  , Agustinus
              Edy  Kristianto,  mengkritik  Manajemen  Pelaksana    Kartu  Prakerja    yang  meniadakan  paket
              pelatihan daring Kartu Prakerja.

              Menurut dia, upaya tersebut tak menjawab akar masalah dari  program Kartu Prakerja  .

              "Itu  keputusan  yang  tidak  mengubah  substansi  Kartu  Prakerja,"  kata  Agustinus  kepada
              Kompas.com  , Kamis (2/7/2020).

              Agustinus  menilai  bahwa  penghapusan  paket  pelatihan  tak  menyelesaikan  persoalan  Kartu
              Prakerja yang tidak tepat sasaran.

              Dengan dihapusnya sistem paket ini, seseorang yang tidak terdampak Covid-19 maupun non
              pengangguran seperti dirinya tetap dapat mendaftar sebagai peserta Kartu Prakerja.

              Sebab, tak ada yang berubah pada sistem seleksi peserta.

              "Kalau cuma menghapus paket bundlingnya saja itu menurut saya cuma akal-akalan, bukan itu
              masalahnya," ujar Agustinus.

              Pada  kritiknya  yang  beredar  luas  di  sosial  media  beberapa  waktu  lalu,  Agustinus  memang
              menyoal sistem paket pelatihan Kartu Prakerja. Tetapi, menurut dia, pokok permasalahannya
              lebih dari itu.

              Seharusnya, kata dia, jika negara ingin menghentikan pemborosan anggaran, sistem jual beli
              pelatihan daring dari penyedia ke peserta Kartu Prakerja ditiadakan.

              Sistem itu bisa diganti dengan pembelian materi pelatihan langsung oleh pemerintah.

              Selanjutnya,  materi  pelatihan  itu  diunggah  di  laman  Kartu  Prakerja  sehingga  peserta  dapat
              mengakses dan belajar melalui laman tersebut.

              Pembelian materi pelatihan pun, menurut Agustinus, harus melalui sistem tender atau lelang
              yang sesuai dengan bunyi peraturan perundang-undangan.

              "Tidak usah pakai jual beli. Dibiayai saja produksinya, beli sekali terus digratiskan, diupload di
              situs Kartu Prakerja, semua peserta yang sudah terdata bisa mengakses gratis. Itu lebih mudah
              terkontrol," tutur dia.
              Dengan langkah Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja ini, menurut Agustinus, harapan atas
              perubahan sistem Kartu Prakerja bergantung pada revisi Perpres Nomor 36 Tahun 2020.

              Ia berharap, Perpres tersebut dapat memuat perubahan yang signifikan pada program Kartu
              Prakerja.

              "Kita baru bisa menilai ada perubahan yang berarti di Kartu Prakerja ini dalam arti menghemat
              keuangan  negara  kalau  itu  ada  keputusan  yang  tegas  misalnya  kita  tunggu  saja  misalnya
              Perpres hasil revisi," kata Agistinus.

              Sebelumnya, kritik Agustinus terhadap Kartu Prakerja sempat beredar luas di media sosial.

              Agustinus  mengkritik program  tersebut  lantaran  dirinya  yang  berprofesi  sebagai  CEO  media
              daring dan tidak terdampak Covid-19 bisa lolos seleksi sebagai peserta.



                                                           205
   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211