Page 201 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 201
Judul Menteri Jangan Terpengaruh Isu Reshuffle
Nama Media Fajar
Newstrend Sidang Kabinet Paripurna Di Istana Negara
Halaman/URL Pg1&7
Jurnalis abg
Tanggal 2020-07-03 10:27:00
Ukuran 167x94mmk
Warna Warna
AD Value Rp 42.585.000
News Value Rp 425.850.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Armin Arsyad (Pengamat Pemerintahan Unhas) Bekerja saja. Jangan terpengaruh isu.
Biarkan publik yang nilai. Jika memang kinerjanya baik, tetapi diganti itu tidak salah karena
banyak faktor. Salah satunya politik
negative - Armin Arsyad (Pengamat Pemerintahan Unhas) Ini yang terjadi hingga pemerintahan
bawah. Harus diubah
positive - Armin Arsyad (Pengamat Pemerintahan Unhas) Tetapi khusus Mentan SYL ini cukup
aman dan berprestasi. . Gebrakannya tidak kendor meski pandemi covid-19
positive - Armin Arsyad (Pengamat Pemerintahan Unhas) Reshuffle ini adalah momen untuk
memperbaiki kinerja yang kurang dari menterinya. Ini juga untuk memperbaiki kinerja politiknya
positive - Armin Arsyad (Pengamat Pemerintahan Unhas) Tetapi, reshuffle belum tepat. Isu itu
(reshuffle) dapat melahirkan manuver partai. Harus dihindari dan menjaga stabilitas politik
Ringkasan
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju (KIM) semakin kencang berembus pasca video kemarahan
Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet, Kamis, 18 Juni lalu, dipublish. Ada beberapa
menteri yang mendapat teguran keras. Khususnya di bidang kesehatan, keuangan, hingga
sosial.
Pengamat Pemerintahan Unhas, Prof Armin Arsyad mengatakan, reshuffle adalah hak prerogatif
presiden. Karena itu, isu reshuffle jangan membuat kinerja menteri menurun.
Harus bekerja maksimal, tanpa memikirkan isu perombakan kabinet.
200

