Page 200 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 200
MENAKER MINTA PERLINDUNGAN PEKERJA PEREMPUAN DIPRIORITASKAN
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengingatkan para pengusaha agar memberikan
perlindungan optimal bagi pekerja perempuan, seperti keamanan saat bekerja shif malam, serta
memberi kesempatan istirahat bagi pekerja yang sedang haid.
Ida menegaskan perlindungan bagi pekerja perempuan harus diutamakan karena ketahanan
diri tak sebaik para pria. Perlindungan yang dimaksud bukan hanya dari perusahaan, tetapi juga
dari pihak berwajib.
"Perlindungan kepada pekerja perempuan harus diutamakan, terlebih saat masa pandemi Cov-
id-19 ini," kata Ida saat melakukan Sosialisasi Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak
serta Upaya Pencegahan Virus Covid-19 di Tempat Kerja di Jakarta Timur, Rabu (1/7).
Ia menambahkan, "Itu masih banyak cerita perempuan sebagai korban pelecehan seksual dan
perbuatan asusila saat kerja malam hari. Perlindungan tidak hanya diberikan oleh perusahaan,
tetapi juga aparat keamanan. Upaya menciptakan lingkungan
yang aman menjadi kebutuhan bagi pekerja perempuan."
Ida meminta perusahaan memastikan akses perlindungan kesehatan bagi pekerja perempuan
di tempat kerja, seperti hak cuti, istirahat haid, melahirkan, dan keguguran. Secara khusus, ia
menyebut agar tak abai terhadap pemenuhan hak pekerja perempuan setelah melahirkan, yakni
penyediaan ruang laktasi untuk menyusui.
"Kasus-kasus seperti ini perusahaan harus memperhatikan kondisi fisiknya dengan memberikan
kesempatan kepada mereka untuk memulihkan kesehatannya," ujarnya.
Ida mengungkapkan, perlindungan kepada pekerja perempuan tak boleh dianggap sebagai
beban perusahaan, karena pekerja perempuan juga memiliki kelebihan tersendiri.
"Pengusaha jangan berpikir kalau mempekerjakan perempuan ada tanggung jawab ini itu. Setop
diskriminasi terhadap pekerja perempuan. Banyak sisi baik dari perempuan dalam bekerja, di
antaranya telaten, disiplin, dan cermat," jelasnya, (cnn)
199

