Page 29 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 29

Meskipun nama Ahok masuk dalam survei IPO dan muncul di tengah isu reshuffle, ia diprediksi
              sulit bergabung dalam jajaran menteri. Pakar hukum Universitas al-Azhar Indonesia, Suparji
              Ahmad, menjelaskan, secara hukum Ahok tak memenuhi syarat untuk menjadi seorang menteri.
              "Dia (Ahok) telah divonis bersalah melakukan tindak pidana yang ancaman hukumannya lima
              tahun atau lebih maka tidak dapat menjadi menteri," kata Supaiji kepada Republika, Sabtu (4/7).

              Hal tersebut diatur dalam Un-dang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara
              pasal 22 huruf F. Ketika itu Ahok melakukan tindakan pidana terkait penodaan sebagaimana
              yang diatur dalam pasal is6a yang ancaman hukumannya lima tahun.

              "Meski vonisnya dua tahun, tapi ancaman hukumannya lima tahun maka yang bersangkutan
              tidak memenuhi syarat jadi menteri,"

              ujarnya.

              PAN belum diajak
              Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan
              bahwa di internal partainya belum ada pembicaraan terkait diajak bergabungnya ke kabinet
              pemerintahan. "Belum ada. PAN sampai sekarang masih fokus untuk penanganan Covid-19 di
              dapil-dapil," ujar Eddy lewat pesan singkat, Ahad (5/7).
              Sejumlah pihak memprediksi ada peluang PAN bergabung dengan pemerintah jika reshuffle
              terealisasi.  Namun,  Eddy  mengatakan bahwa  kepu-tusan  tersebut  ada di  Ketua  Umum PAN
              Zulkifli Hasan. "Saya kira biarkanlah jawabantersebut adadi tangan ketum, apakah PAN terbuka
              untuk menerima tawaran presiden jika memang hal itu teijadi," ujar Eddy.

              Terkait isu reshuffle, menurut dia, keputusan tersebut ada di tangan Jokowi. Pasalnya, hal itu
              merupakan hak prerogatif dari seorang presiden dalam menentukan menteri. "Kami percaya
              bahwra presiden paling tahu, paling paham tentang kebutuhan yang dibutuhkan oleh presiden
              dalam bersama-sama menjalankan kabinet," Ujar Eddy.Bedtagus raharjo

              j MENTERI SOROTAN SURVEI:

              Menkumham Yasonna Laoly 64,1 persen

              Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto 52,4 persen

              Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah 47,5 persen

              Menteri Agama Fachrul Razi 40,8 persen

              Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo 36,1 persen

              Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan 33.2 persen Sumber: Survei IPO

















                                                           28
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34