Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 25
STIMULUS RP 893 MILIAR DIGELONTORKAN
Kementerian Ketena-gakerjaan (Kemenaker) mengalokasikan dana untuk penanganan Covid-19
dan stimulus ekonomi bagi pelaku usaha. Stimulus yang diberikan ini diharapkan agar pelaku
usaha tidak sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menaker Ida Fauziah mengatakan, dana untuk penanganan Covid-19 diberikan sebesar 46,6
juta dolar Amerika, termasuk stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha senilai 17,2 juta dolar
Amerika. Alokasi dana tersebut senilai Rp 893,2 miliar jika 1 dolar AS dikurskan Rp 14 ribu.
"Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para pekerjanya," kata Ida dalam
keterangannya, Ahad (5/7).
Adapun terkait langkah mitigasi dampak pan demi di sektor ketenaga-kerjaan, Kemenaker
membuat kebijak-
an tanggap. Kebijakan tersebut bertujuan membangun kembali kondisi positif dan fokus pada
pasar tenaga kerja dan institusi pasar kerja.
Kebijakan kedua adalah menyediakan program berupa insentif pajak penghasilan dan relaksasi
pembayaran pinjaman atau kredit. Selain itu, dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan
relaksasi iuran jaminan sosial ketenaga-kerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja
sektor formal.
Ketiga, Kemenakerjuga menyediakan jaring pengaman sosial bagi pekerja sektor informal.
Pemerintah memberikan bantuan sosial kepada 70,5 juta pekerja sektor informal yang termasuk
dalam kategori miskin dan rentan.
Kebijakan keempat yakni memprioritaskan pemberian insentif pelatihan melalui program Kartu
Prakerja bagi pekerja yang ter-PHK. Pemerintah telah memberikan insentif pelatihan dengan
target tahun ini sebanyak 3,5 juta-5,6 juta penerima manfaat.
"Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metode online.
Dalam jangka waktu dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode
blended (online dan offline) menyesuaikan kondisi penyebaran Covid-19 di suatu wilayah," kata
Ida.
Yang kelima, Kemenaker memperbanyak program perluasan kesempatan kerja seperti padat
karya tunai dan padat karya produktif. Selain itujuga memperbanyak program terapan teknologi
tepat guna (TTG), tenaga kerja mandiri (TKM), dan kewirausahaan, yang dimaksudkan untuk
penyerapan tenaga kerja.
"Selanjurnya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, baik yang sudah kembali ke
Indonesia maupun yang masih berada di luar negeri," kata Ida.
Kemenakerjuga menyediakan panduan yang ditujukan bagi perusahaan dan pekerja. Utamanya
menyangkut perlindungan pekerja/bu m h dan kelangsungan usaha, serta perlindungan pekerja
pada kasus penyakit akibat kerja karena Covid-19.
Ida menambahkan, sistem perlindungan sosial menjadi salah satu faktor
kunci untuk ketahanan sosial dan ekonomi suatu negara. Saat ini, kata dia, pemerintah telah
menyusun reformasi perlindungan sosial Indonesia.
24

