Page 26 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 26
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud
MD mengungkapkan alasan menteri-menteri ketakutan mengeluarkan anggaran. Ketakutan
tersebut membuat serapan anggaran minim, dan bahkan membuat Presiden Joko Widodo
marah-marah.
Para menteri, kata dia, takut mengeluarkan anggaran, lantaran sebelum mengambil langkah
pun, sudah harus berurusan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini yang, menurut
Mahfud, membuat para menteri ragu saat akan mau melangkah.
"Saya datangi ke ketua BPK, Pak ini banyak menteri yang takut mengeluarkan uang samapai
Presiden marah-ma-rah. Kenapa Pak? Orang sedang berjalan, BPK sudah masuk. Katanya mau
diaudit dulu semua, mau diperiksa dulu prosedurnya. Padahal, ini buru-buru mengeluarkan
uang," kata Mahfud di Surabaya, Ahad (5/7).
Mahfud mengingatkan, semua pflih-an ada risiko. Menurut dia, seorang pemimpin dipilih untuk
bisa menghadapi setiap risiko tersebut. Karena, lanjut Mahfud, kalau seorang pemimpin me-
ngedepanlan ketakutannya, malah tidak akan ada yang dikerjakan sama sekali.
"Kalau takut ini takut itu malah nggak berbuat. Apalagi, ini untuk keselamatan rakyat, untuk
memerangi Covid-19 yang sekarang sedang melanda negeri kita, yang kita tidak bisa menduga
ini kapan selesainya," ujar Mahfud.
Mahfud melanjutkan, sebenarnya ketakutan menggunakan anggaran, bukan hanya teijadi di
tingkat kementerian. Termasuk juga di tingkat kepala daerah. Ia mengeklaim telah berupaya
mencarikan solusi agar pejabat pemerintah itu mau menggunakan anggarannya.
Khusus di tengah wabah Covid-19, Mahfud mengaku telah mengundang KPK, Kejaksaan Agung,
termasuk BPK untuk sama-sama memecahkan persoalan tersebut, tentunya tanpa
mengesampingkan hukum. ed: masalamit huda
25

