Page 45 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 45

Indonesia, mengingat sudah diajukan ke DPR sejak 2004 atau 16 tahun lalu. RUU PPRT sudah
              berkali-kali menjadi bagian Prolegnas empat kali periode DPR dan pemerintahan.

              Menurut  Giwo,  segera  disahkannya  RUU  tersebut  menjadi  UU  merupakan  bentuk  kehadiran
              negara  dalam  perlindungan  warga  negara  yang  bekerja  sebagai  PRT  di  Indonesia.  Total
              jumlahnya lebih dari 5 juta orang di mana 84% adalah

              perempuan. Ini merupakan angka besar yang menunjukkan bahwa PRT sangat dibutuhkan. PRT
              juga bagian dari soko guru perekonomian lokal, nasional dan global.

              Sampai pada urusan domestik keluarga, pun PRT mempunyai kontribusi besar. Menurut Giwo,
              tidak ada perempuan yang bisa berkiprah di publik hingga menjadi pemimpin tanpa dukungan
              PRT di keluarga.

              'Tanpa dukungan PRT di rumah keluarga itu kesulitan dalam urusan domestik. Apalagi pasangan
              suami istri yang kerja di ruang publik. Karena itu. sudah seharusnya semua pihak mendukung
              lahir-nya UU PPRT agar ada jaminan kepastian status dan hak PRT. Jika bangsa Indonesia ingin
              capai  SDGs  2030,  maka  PRT  jangan  sampai  berada  di  posisi  belakang."  kata  Giwo  dalam
              konferensi pers secara daring. Minggu (5/7).

              Oleh karena itu. Giwo meminta dukungan semua pihak agar RUU ini bisa digolkan di parlemen.
              Di dalam RUU ini. menurut Giwo. hak dan kewajiban pemberi kerja maupun PRT ini seimbang.
              Dalam RUU ini tidak hanya PRT yang dilindungi, tetapi juga pemberi kerja. Misalnya, bila PRT
              ingin mengundurkan diri maka ia harus mengajukannya jauh-jauh hari. [D-13]
















































                                                           44
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50