Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 49
Judul RUU Cipta Kerja, Momentum Reformasi Regulasi Ketenagakerjaan
Nama Media Suara Pembaruan
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL Pg9
Jurnalis E-8
Tanggal 2020-07-06 04:13:00
Ukuran 67x159mmk
Warna Warna
AD Value Rp 26.532.000
News Value Rp 79.596.000
Kategori Ditjen Binalattas
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Arif Hadiwinata (Direktur Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks)) kata
Arif dalam siaran persnya, Minggu (5/7). . Arif mengatakan, Indonesia memiliki cukup banyak
regulasi yang mengatur sektor ketenagakerjaan. Namun demikian. banyaknya regulasi tidak
menjamin efisiensi, yang terjadi justru tumpang tindih regulasi. 'Hasilnya bukan memudahkan,
tetapi malah memberatkan. Regulasi justru menjadi hambatan paling umum untuk melakukan
kegiatan wirausaha secara bebas dan investasi
Ringkasan
Pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR dinilai
menjadi momentum untuk mereformasi regulasi ketenagakerjaan di Indonesia. Sebab, skor
Indonesia untuk kebebasan ketenagakerjaan tahun 2020 merosot di peringkat 145 dari 184
negara.
Direktur Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks), Arif Hadiwinata, mengatakan,
rendahnya skor kebebasan ketenagakerjaan di Indonesia telah menciptakan iklim investasi yang
buruk. Akibatnya, lapangan kerja menjadi langka dan jumlah pengangguran semakin
meningkat. 'Tingginya pengangguran akan menghantui perekonomian nasional. Pemerintah
harus secepatnya mengeluarkan kebijakan yang dapat menampung mereka melalui pen-ciptaan
lapangan kerja," kata Arif dalam siaran persnya, Minggu (5/7).
RUU CIPTA KERJA, MOMENTUM REFORMASI REGULASI KETENAGAKERJAAN
Pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR dinilai
menjadi momentum untuk mereformasi regulasi ketenagakerjaan di Indonesia. Sebab, skor
Indonesia untuk kebebasan ketenagakerjaan tahun 2020 merosot di peringkat 145 dari 184
negara.
Direktur Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks), Arif Hadiwinata, mengatakan,
rendahnya skor kebebasan ketenagakerjaan di Indonesia telah menciptakan iklim investasi yang
48

