Page 54 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 54

Untuk diketahui, Rapat Badan Legislatif (Baleg) DPR pada Rabu (1/7) sendiri sudah menetapkan
              Draft RUU Perlindungan PRT (PPRT) diajukan sebagai RUU Inisiatif DPR ke Rapat Paripurna DPR
              Akhir Masa Sidang di pertengahan Juli 2020.

              Sejumlah pihak seperti Kowani, Komnas Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia, JALA PRT
              dan Aliansi Stop Kekerasan di Dunia Kerja kini coba mengawal agar RUU PPRT ini disahkan
              sebagai RUU Inisiatif DPR.

              "Kami mengapreasi langkah maju DPR melalui Baleg DPR dan Tim Panja RUU PPRT sebagai
              bagian sejarah dalam perlindungan PRT yang mayoritas adalah perempuan," ujar Giwo via Zoom
              Meeting di Jakarta, Minggu (5/7).

              Dikatakannya, belum adanya regulasi, peraturan dan perundang-undangan resmi ini memicu
              banyak terjadinya ketidakadilan dan perilaku yang tidak senonoh dan tak pantas terhadap PRT
              baik secara individual (insidentil) maupun secara komunal (terstruktur).

              Menurutnya, jika nanti disahkan, UU PPRT akan melindungi hak asasi agar rasa keadilan sosial
              nyata  dan  terbukti.  Pekerja  rumah  tangga,  lanjut  dia,  tidak  boleh  ditinggalkan  dalam
              pembangunan sumber daya manusia.

              "Kita  menuntut  adanya  perlindungan  terhadap  pekerja  migran  Indonesia  di  luar  negeri  dan
              tentunya kita juga harus menuntut perlindungan PRT di dalam negeri. Para pekerja asing yang
              tinggal  di  Indonesia,  sudah  dilindungi  oleh  aturan-aturan  dan  perundang-undangan,  tapi
              bagaimana dengan PRT kita yang kerja di negara sendiri tapi belum dilindungi UU," terangnya.

              RUU PPRT ini, imbuh Giwo juga merupakan wujud dan implementasi dari Pancasila. Para PRT
              wajib mendapatkan perlakuan yang layak dan manusiawi.

              "Ada  ruang  khusus  di  setiap  relung  hati  kita  yaitu  penghormatan  yang  layak  dan  tulus,
              bagaimanapun juga PRT juga merupakan Ibu Bangsa, sebagai perempuan yang mana kita selalu
              memuliakan perempuan baik itu di agama, baik itu di bangsa, di negara dan dunia sekalipun,"
              ujarnya.

              Giwo pun mendesak RUU PPRT segera disahkan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh
              rakyat Indonesia. "Tidak bisa ditunda lagi. RUU PPRT sudah terkatung-katung sejak 16 tahun
              yang lalu," tegas mantan Ketua KPAI ini.

              Untuk  diketahui,  saat  ini  jumlah  PRT  di  tanah  air  mencapai  4,2  juta.  84  persennya  adalah
              perempuan dan 14 persen dari jumlah perempuan tersebut merupakan anak di bawah 18 tahun.

              Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dari Januari 2018 sampai dengan April 2020, tercatat
              1.458 kasus kekerasan PRT yang bisa dilaporkan dengan berbagai bentuk kekerasan, dari psikis,
              fisik,  ekonomi  dan  seksual  serta  pelecehan  terhadap  profesinya.  Kasus  kekerasan  tersebut
              termasuk pengaduan upah tidak dibayar, PHK menjelang Hari Raya dan THR yang tidak dibayar.

              Menurut Survei Jaminan Sosial JALA PRT pada 2019 terhadap 4.296 PRT yang diorganisir di
              enam kota, 89 persen PRT tidak mendapatkan jaminan kesehatan atau menjadi peserta JKN
              KIS.

              Mayoritas PRT membayar pengobatan sendiri apabila sakit termasuk dengan cara berhutang,
              termasuk berhutang ke majikan dan kemudian dipotong gaji.

              Editor : Dimas Ryandi   .




                                                           53
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59