Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 57

Sebelumnya, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah
              menilai  hampir  semua  kementerian  di  sektor  ekonomi  patut  dirombak,  kecuali  Kementerian
              Keuangan.  "Hampir  semua.  Kemarahan  Presiden  adalah  cerminan  kemarahan  kita  semua.
              Kecuali Kemenkeu yang saya tahu persis Bu SMI (Sri Mulyani Indrawati) dan jajarannya kerja
              keras  luar  biasa  menangani  Covid-19,"  katanya.  Menurutnya,  dalam  kondisi  pandemi  dan
              dibayangi  resesi  seperti  saat  ini,  figur  menteri  yang  berani  mengambil  tindakan  sangat
              dibutuhkan. Karena itu Piter menilai  reshuffle  menjadi hal yang realistis saat ini.

              Secara terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir enggan berkomentar ketika diminta tanggapannya
              mengenai rencana  reshuffle  kabinet. Ia hanya berujar bahwa tugasnya sebagai pembantu
              Presiden adalah kerja, kerja, dan kerja. Apalagi saat ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi
              ujian  berat  seiring  merebaknya  wabah  Covid-19.  "Tugas  saya  masih  banyak  yang  harus
              diselesaikan. Saya patuh dan menghormati apapun keputusan Presiden," kata Erick di Jakarta,
              Jumat (3/7). Senada dengan Erick, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar mengatakan peringatan
              bakal adanya  reshuffle  kabinet memicu seluruh jajaran menteri untuk semakin giat bekerja
              dan mengintrospeksi diri.

              Menteri Sosial Juliari Batubara pun mengaku tidak mempedulikan isu  reshuffle  kabinet yang
              kian  santer,  Saat  ini  dirinya  memilih  untuk  fokus  menangani  bantuan  sosial  masyarakat
              terdampak Covid-19. "Saya menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai  reshuffle  kabinet
              kepada Bapak Presiden. Itu adalah hak prerogatif Bapak Presiden," ujarnya.

              Saat memimpin rapat paripurna Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni 2020 lalu, Jokowi secara
              terbuka  mengungkapkan  tekadnya  untuk  melakukan  perombakan  kabinet  karena  kinerja
              sejumlah menteri yang mengecewakan dan tidak tanggap mengatasi masalah krisis Covid-19.
              "Langkah  apapun  yang  extraordinary  akan  saya  lakukan  untuk  267  juta  rakyat  kita,  untuk
              negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja  reshuffle  ," kata Presiden Jokowi. Sejumlah
              nama yang diisukan akan diganti pun merebak.

              Mereka  antara  lain  Menteri  Kesehatan  Terawan  Agus  Putranto,  Menteri  Ketenagakerjaan
              (Menaker)  Ida  Fauziah,  Menteri  Pertanian  Syahrul  Yasin  Limpo,  Menteri  Perdagangan  Agus
              Suparmanto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio,
              serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.
              (bn,ant,dtc-64).






























                                                           56
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62