Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 61

Ketua  Umum  Kongres  Wanita  Indonesia  (Kowani)  Giwo  Rubianto  Wiyogo,  mengatakan
              pekerjaan  rumah  tangga  merupakan  pekerjaan  yang  rawan  dan  rentan  dalam  perlindungan
              hukum  karena  masih  ada  ditemukan  kekerasan,  eksploitasi,  wilayah  kerja  domestik,
              pembatasan kebebasan dan akses untuk mendapatkan informasi, maupun tanpa pengawasan
              pemerintah.

              "Padahal jumlah pekerja rumah tangga sangat banyak, yakni mencapai 4,2 juta, yang mana
              sebanyak 84 persen adalah perempuan dan sebanyak 14 persen dari jumlah perempuan itu
              merupakan anak dibawah usia 18 tahun," kata Giwon dalam konferensi virual, Minggu (5/7)
              Oleh karena itu, kata Giwo, Kowani sebagai organisasi federasi Perempuan yang tertua dan
              terbesar menaruh perhatian serius terkait perlindungan pekerja rumah tangga.


              "Kowani harus memperjuangkan hak dan kewajiban yang seimbang, karena Kowani mewakili
              perempuan  Indonesia,  maka  dari  itu  memperjuangkan  agar  rancangan  tersebut  segera  di
              Undang-undangkan," kata Giwo lagi.

              Kowani  berharap  dengan  disahkannya  RUU  tersebut,  maka  meningkatnya  keterlibatan
              pemerintah  sangat  diperlukan.  Indonesia,  lanjut  Giwo,  sebagai  salah  satu  negara  hukum
              mengharapkan adanya hak dan kewajiban PRT diatur dalam undang undang demi tercapainya
              keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

              Giwo menegaskan, Indonesia perlu mencapai tujuan SDGs, perlakuan yang adil dan seimbang
              dalam gender dan harus masuk dalam target SDGs. Kemudian persamaan hak dan kesempatan
              kerja disemua sektor dan bidang tanpa diskriminasi.

              Giwo menambahkan RUU PPRT merupakan wujud dan implementasi dari Pancasila. Para PRT
              wajib mendapatkan perlakuan yang layak dan manusiawi.
              "Ada  ruang  khusus  disetiap  relung  hati  kita  yaitu  penghormatan  yang  layak  dan  tulus,
              bagaimanapun juga PRT juga merupakan Ibu Bangsa, sebagai perempuan yang mana kita selalu
              memuliakan perempuan baik itu di agama, baik itu di bangsa, di negara dan dunia sekalipun,"
              kata dia lagi.

              Giwo mendesak agar RUU PPRT dapat segera disahkan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi
              seluruh rakyat Indonesia dan tidak bisa ditunda lagi. RUU PPRT terkatung-katung sejak 16 tahun
              yang lalu.
              Jumlah PRT di Tanah Air mencapai 4,2 juta, yang mana sebanyak 84 persen adalah perempuan
              dan sebanyak 14 persen dari jumlah perempuan tersebut merupakan anak dibawah usia 18
              tahun.

              Dalam waktu kurun waktu tiga tahun terakhir dari Januari 2018 sampai dengan April 2020,
              tercatat 1.458 kasus kekerasan pekerja rumah tangga yang bisa dilaporkan dengan berbagai
              bentuk kekerasan, dari psikis, fisik, ekonomi dan seksual serta pelecehan terhadap profesinya.

              Koordinator Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga Lita Anggraini mengatakan, RUU
              PPRT sebelumnya sudah terkatung-katung selama belasan tahun. Rapat Badan Legislasi DPR
              pada 1 Juli lalu memasukkan draf RUU PPRT diajukan ke rapat paripurna DP.

              "Kami sangat berharap segera ditetapkan sebagai RUU Inisiatif DPR. Ini sudah kita tunggu sejak
              16  tahun  yang  lalu.  Kita  berharap  ini  merupakan  jalan  untuk  perlindungan  pekerja  rumah
              tangga," ujar Lita  Selama ini, kata Lita, pekerja rumah tangga tidak jelas jam kerjanya. Bahkan
              ada yang bekerja dari pagi sampai tengah malam. Pekerjaannya pun tidak ada batasannya,
              mulai dari membersihkan rumah hingga menjaga anak. Selain itu, banyak pekerja rumah tangga
              yang tidak terlindungi jaminan kesehatan. Akan tetapi belum ada perlindungan bagi pekerja
              rumah tangga.
                                                           60
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66