Page 56 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 56
Ringkasan
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira meyakini,
Presiden Jokowi akan mempertahankan sejumlah menteri dalam barisan Kabinet Indonesia
Maju. Mereka yang dipertahankan itu antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Pendidikan
Nadiem Makarim, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN ) Erick Thohir.
POSISI SEJUMLAH MENTERI AMAN
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima
Yudhistira meyakini, Presiden Jokowi akan mempertahankan sejumlah menteri dalam barisan
Kabinet Indonesia Maju. Mereka yang dipertahankan itu antara lain Menko Perekonomian
Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sosial Juliari Batubara,
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN ) Erick
Thohir.
Hal tersebut disampaikan Bhima seiring isu perombakan (reshuffle) kabinet yang kian santer
belakangan ini. Dikatakan Bhima, meski berkinerja kurang baik, posisi Airlangga di kabinet tidak
akan terusik karena kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Golkar, yang notabene termasuk
salah satu partai pendukung pemerintah. "Meski gagal mempercepat realisasi stimulus dunia
usaha dan UMKM. Posisi Pak Airlangga sepertinya tetap aman," kata Bhima. Namun demikian,
dirinya berharap Presiden mengevaluasi kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang
dinilai kurang gigih menjaga pembiayaan utang secara lebih bijaksana. "Rasio utang kita terus
naik dan beban pembayaran bunga utang menggerus belanja," jelasnya.
Senada dengan Bhima, anggota Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto juga optimistis Jokowi
akan mempertahankan posisi sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju. Beberapa menteri
tersebut diantaranya Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,
dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Politikus PDI Perjuangan itu menilai, Erick yang menjadi mitra DPR sebagai menteri berkinerja
baik, khususnya dalam menjalankan tugasnya menahkodai proses restrukturisasi di
Kementerian BUMN. "Beri kesempatan kepada Pak Erick untuk menyelesaikan restrukturisasi
BUMN. Masih banyak tugas yang harus diselesaikan Pak Erick di Kementerian BUMN," ujar
Adisatrya di Jakarta, Jumat (3/7/) Menurutnya, Kementerian BUMN memerlukan seorang
pemimpin yang tegas sehingga proses restrukturisasi di kementerian itu dapat berjalan lancar.
Erick yang memiliki latar belakang pengusaha diyakini akan berhasil "membersihkan" BUMN dari
praktik-praktik yang merugikan negara.
Contohnya, keputusan Erick menempatkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama (BTP) sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). "Itu baik sekali. Pak BTP
memiliki reputasi baik di pemerintahan. Petempatan Pak BTP di Pertamina diakui atau tidak
mengangkat citra perusahaan itu," jelasnya. Di sisi lain, Adisatrya mempersilakan Presiden
Jokowi untuk merekrut sejumlah nama baru, baik yang berlatar belakang pengusaha maupun
politik untuk mengisi kursi di Kabinet Indonesia Maju. "Saya berharap ada menteri dari kalangan
pengusaha. Syukurlah, kalau Ketua Umum Kadin Indonesia dipercayakan untuk mengisi kursi
kabinet," imbuhnya.
Patut Dirombak Sejak dirilisnya video pengarahan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna
pada 18 Juni 2020, isu reshuffle menjadi pembicaraan luas masyarakat. Presiden dalam video
memang jelas melontarkan ancaman reshuffle lantaran tidak puas dengan kinerja para
menterinya.
55

