Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 64

"Alhamdulillah, pedoman yang kami tunggu ini akhirnya dikeluarkan Kepala BP2MI Pak Benny
              Rhamdani. Kami segera sosialisasikan ke jajaran Apjati di daerah," kata Ketua Umum Apjati,
              Ayub Basalamah di Jakarta, Minggu (5/7/2020).

              Menurut Ayub, pedoman protokol kesehatan menjadi referensi bagi Apjati untuk memastikan
              penempatan  para  pekerja  migran  mengikuti  standar  protokol  kesehatan.  Dengan  demikian,
              maka PMI yang akan kami tempatkan telah terjamin kesehatannya sebelum ditempatkan ke luar
              negeri.
              Protokol kesehatan, kata Ayub, mengindikasikan bahwa pemerintah serius membuka kembali
              penempatan pekerja migran ke mancanegara sekaligus kami mendukung Menaker RI untuk
              mencabut  Kepmenaker  151  tentang  Penutupan  Sementara  Penempatan  PMI  ke  luar  negeri
              akibat meluasnya pendemi COVID-19.
              Sebelumnya, seperti diberitakan media, BP2MI telah menyiapkan pedoman menuju normal baru
              relaksasi penempatan pekerja migran. Penyiapan pedoman normal baru ini tetap menerapkan
              protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

              Kepala  BP2MI,  Benny  Rhamdani  mengatakan,  pedoman  protokol  kesehatan  untuk  rencana
              relaksasi  penempatan  menjadi  kunci  penting  dalam  pelaksanaan  dua  agenda,  baik  rencana
              penempatan PMI ke negara-negara penempatan maupun pelayanan pemulangan PMI.

              "Relaksasi penempatan PMI bisa menjadi salah satu solusi mengurangi angka pengangguran
              dan menaikkan potensi angka remitansi. Saat ini terdapat sebanyak 43.622 calon PMI dalam
              proses pra penempatan untuk negara Korea Selatan, Jepang, Hong Kong dan Taiwan," kata
              Benny.

              Untuk  mendukung  relaksasi  penempatan,  Benny  mengajak  Kepala  BNPB,  Doni  Monardo
              bersinergi dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat. BP2MI akan memfasilitasi terkait
              data dan laporan jumlah calon PMI yang akan berangkat.

              "Di masa normal baru ini, BNPB siap bersinergi dan memastikan semua calon PMI yang akan
              berangkat ke luar negeri dalam keadaan sehat yang dipastikan dengan tes swab," kata Doni.

              Adapun pedoman penempatan pekerja migran di era normal baru, yaitu menerapkan protokol
              kesehatan  seperti  penyelengaraan  layanan  berupa  diseminasi  informasi  dan  edukasi,
              pembatasan jumlah pelayanan, pemantauan dan pembaharuan data serta melakukan koordinasi
              gugus tugas setempat.

              Di  samping  itu,  BP2MI  juga  menyiapkan  pedoman  proses  penempatan  pekerja  migran,  di
              antaranya  verifikasi  dan  legalisasi  job  order  dilakukan  bertahap  memperhatikan  kebijakan
              protokol kesehatan negara penempatan.

              Penerbitan SIP2MI dilakukan secara daring (online), layanan informasi dan seleksi dilakukan
              secara  daring  (online)  dan  luring  (tatap  muka),  pelatihan  calon  pekerja  migran  dengan
              menerapkan protokol 50% kapasitas dan uji kompetensi menerapkan protokol 50% kapasitas.

              Pedoman  lainnya,  lanjut  Benny,  pendaftaran  calon  PMI  memaksimalkan  pendaftaran  daring
              (online), seleksi calon PMI dan penandatanganan perjanjian penempatan menerapan protokol
              50% kapasitas, pembuatan paspor dilakukan pendaftaran secara daring (online) wawancara
              langsung, dan pemeriksaan kesehatan psikologis dengan mematuhi protokol kesehatan.

              Benny menambahkan, pedoman pengurusan visa kerja juga menyesuaikan kebijakan protokol
              di  kantor  perwakilan  negara  penempatan,  orientasi  prapenempatan  dengan  menerapkan
              protokol 50% kapasitas, diseminasi informasi kebijakan protokol negara penempatan dan proses
              kedatangan PMI dengan karantina dan atau perawatan medis.
                                                           63
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69