Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 68

Judul              Pembantu Rumah Tangga Rentan Jadi Korban Perbudakan Modern
                 Nama Media         beritasatu.com

                 Newstrend          RUU PRT
                 Halaman/URL        https://www.beritasatu.com/nasional/652489/pembantu-rumah-
                                    tangga-rentan-jadi-korban-perbudakan-modern
                 Jurnalis           redaksi
                 Tanggal            2020-07-05 20:48:00
                 Ukuran             0

                 Warna              Warna
                 AD Value           Rp 17.500.000
                 News Value         Rp 52.500.000
                 Kategori           Ditjen Binapenta
                 Layanan            Korporasi
                 Sentimen           Positif



              Narasumber
              negative  -  Lita  Anggraini  (Koordinator  Nasional JALA  PRT)  PRT  masih  belum  diakui  sebagai
              pekerja  dan  mengalami  pelanggaran  hak-haknya  baik  sebagai  manusia,  pekerja  dan  warga
              negara. PRT terdiskriminasi dan bekerja dalam situasi perbudakan modern dan rentan kekerasan

              negative - Lita Anggraini (Koordinator Nasional JALA PRT) Dalam masa pandemi, bagi PRT tidak
              ada pilihan karena PRT tidak tergolong sebagai pekerja yang bisa work from home, kecuali PRT
              harus bekerja dengan berbagai risiko. Apabila tidak bekerja, tidak ada bantuan dari pemerintah,
              PRT mengalami krisis pangan, papan



              Ringkasan
              Badan  Legislatif  (Baleg)  DPR  akhirnya  menetapkan  draf  Rancangan  Undang-Undang  (RUU)
              Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) diajukan ke rapat paripurna DPR pada akhir masa
              sidang di pertengahan Juli 2020 untuk ditetapkan sebagai RUU inisiatif DPR. Ini seperti angin
              segar bagi lima juta pembantu rumah tangga (PRT) di Indonesia yang mayoritas adalah kaum
              perempuan setelah 16 tahun lamanya RUU tersebut mandek.



              PEMBANTU RUMAH TANGGA RENTAN JADI KORBAN PERBUDAKAN MODERN

              Jakarta, Badan Legislatif (Baleg) DPR akhirnya menetapkan draf Rancangan Undang-Undang
              (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) diajukan ke rapat paripurna DPR pada akhir
              masa sidang di pertengahan Juli 2020 untuk ditetapkan sebagai RUU inisiatif DPR. Ini seperti
              angin segar bagi lima juta pembantu rumah tangga (PRT) di Indonesia yang mayoritas adalah
              kaum perempuan setelah 16 tahun lamanya RUU tersebut mandek.

              Koordinator Nasional JALA PRT, Lita Anggraini mengatakan, selama ini PRT bekerja dalam situasi
              kerja yang tidak layak. Misalnya jam kerja panjang, beban kerja tak terbatas, tidak ada kejelasan
              istirahat,  libur  mingguan,  cuti,  tanpa  jaminan  sosial,  ada  larangan  atau  pembatasan
              bersosialisasi dan berorganisasi.

                                                           67
   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73