Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 73
Judul Mandek 16 Tahun, DPR Tetapkan Draf RUU Perlindungan Pekerja
Rumah Tangga
Nama Media beritasatu.com
Newstrend RUU PRT
Halaman/URL https://www.beritasatu.com/nasional/652487/mandek-16-tahun-dpr-
tetapkan-draf-ruu-perlindungan-pekerja-rumah-tangga
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-07-05 20:27:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Rubianto Wiyogo (Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia) Tanpa dukungan PRT, di
rumah keluarga itu kesulitan dalam urusan domestik. Apalagi pasangan suami istri yang kerja
di ruang publik. Karena itu, sudah seharusnya semua pihak mendukung lahirnya UU PPRT agar
ada jaminan kepastian status dan hak PRT. Jika bangsa Indonesia ingin capai SDGs 2030, maka
PRT jangan sampai berada di posisi belakang
Ringkasan
Badan Legislatif (Baleg) DPR akhirnya menetapkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU)
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) diajukan ke rapat paripurna DPR pada akhir masa
sidang di pertengahan Juli 2020 untuk ditetapkan sebagai RUU inisiatif DPR. Ini seperti angin
segar bagi lima juta pembantu rumah tangga (PRT) di Indonesia yang mayoritas adalah kaum
perempuan setelah 16 tahun lamanya RUU tersebut mandek.
MANDEK 16 TAHUN, DPR TETAPKAN DRAF RUU PERLINDUNGAN PEKERJA RUMAH
TANGGA
Jakarta, Badan Legislatif (Baleg) DPR akhirnya menetapkan draf Rancangan Undang-Undang
(RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) diajukan ke rapat paripurna DPR pada akhir
masa sidang di pertengahan Juli 2020 untuk ditetapkan sebagai RUU inisiatif DPR. Ini seperti
angin segar bagi lima juta pembantu rumah tangga (PRT) di Indonesia yang mayoritas adalah
kaum perempuan setelah 16 tahun lamanya RUU tersebut mandek.
Sejumlah organisasi perempuan meminta Presiden Jokowi untuk menyambut baik RUU ini untuk
dibahas dan secepatnya disahkan.
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo, mengapresiasi
langkah maju Baleg DPR tersebut. RUU ini menurut Giwo sangat dinantikan oleh PRT di
72

