Page 71 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 71
Kesehatan dalam rangka Rencana Relaksasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke
luar negeri.
"Alhamdulillah, pedoman yang kami tunggu ini akhirnya dikeluarkan Kepala BP2MI Pak Benny
Rhamdani. Kami segera sosialisasikan ke jajaran Apjati di daerah," ujar Ketua Umum Apjati,
Ayub Basalamah di Jakarta, Minggu (5/7).
Menurut Ayub, dengan adanya pedoman Protokol Kesehatan Penempatan Pekerja Migran
Indonesia (PMI) ke luar negeri menjadi referensi bagi Apjati untuk memastikan penempatan
PMI mengikuti standar protokol kesehatan.
Dengan demikian, maka PMI yang akan kami tempatkan telah terjamin kesehatannya sebelum
ditempatkan ke luar negeri.
Protokol Kesehatan ini, lanjut Ayub, mengindikasikan pemerintah serius untuk membuka
kembali penempatan PMI ke mancanegara.
Sekaligus mendukung Menaker RI untuk mencabut Kepmenaker 151 tentang Penutupan
Sementara Penempatan PMI ke luar negeri akibat meluasnya pendemi Covid-19.
Sebelumnya, BP2MI telah menyiapkan pedoman menuju normal baru relaksasi penempatan
Pekerja Migran Indonesia (PMI). Penyiapan pedoman normal baru ini tetap menerapkan
protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan pedoman protokol kesehatan dalam rangka
rencana relaksasi penempatan menjadi kunci penting dalam pelaksanaan dua agenda, baik
rencana penempatan PMI ke negara-negara penempatan maupun pelayanan pemulangan PMI.
"Relaksasi penempatan PMI bisa menjadi salah satu solusi mengurangi angka pengangguran
dan menaikkan potensi angka remitansi. Saat ini terdapat sebanyak 43.622 calon PMI dalam
proses pra penempatan untuk negara Korea Selatan, Jepang, Hong Kong dan Taiwan," jelas
Benny.
Untuk mendukung relaksasi penempatan, Benny mengajak Kepala BNPB, Doni Monardo untuk
bersinergi dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk rencana relaksasi
penempatan tersebut. BP2MI akan memfasilitasi terkait data dan laporan jumlah calon PMI yang
akan berangkat.
"Di masa normal baru ini, BNPB siap bersinergi dan memastikan semua calon PMI yang akan
berangkat ke luar negeri dalam keadaan sehat yang dipastikan dengan tes swab," kata Doni.
Adapun pedoman penempatan PMI di era normal baru, yaitu menerapkan protokol kesehatan
pelayanan PMI seperti penyelengaraan layanan berupa diseminasi informasi dan edukasi,
pembatasan jumlah pelayanan, pemantauan dan pembaharuan data serta melakukan koordinasi
gugus tugas setempat.
Disamping itu, BP2MI juga menyiapkan pedoman proses penempatan PMI, di antaranya
verifikasi dan legalisasi job order dilakukan bertahap memperhatikan kebijakan protokol
kesehatan negara penempatan.
Penerbitan SIP2MI dilakukan secara daring (online), layanan informasi dan seleksi dilakukan
secara daring (online) dan luring (tatap muka), pelatihan calon PMI dengan menerapkan
protokol 50% kapasitas dan uji kompetensi menerapkan protokol 50% kapasitas.
Pedoman lainnya, lanjut Benny, pendaftaran calon PMI memaksimalkan pendaftaran daring
(online), seleksi calon PMI dan penandatanganan perjanjian penempatan menerapan protokol
70

