Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 69

"PRT masih belum diakui sebagai pekerja dan mengalami pelanggaran hak-haknya baik sebagai
              manusia, pekerja dan warga negara. PRT terdiskriminasi dan bekerja dalam situasi perbudakan
              modern dan rentan kekerasan," kata Lita, Minggu (5/7/2020).

              Dalam kurun tiga tahun terakhir sejak Januari 2018 sampai April 2020, tercatat 1458 kasus
              kekerasan  PRT  dalam  berbagai  bentuk.  Mulai  dari  psikis,  fisik,  ekonomi  dan  seksual  serta
              pelecehan  terhadap  status  profesinya.  Kasus  kekerasan  tersebut  termasuk  pengaduan  upah
              tidak dibayar, PHK menjelang Hari Raya, dan THR yang tidak dibayar.
              Ini adalah data yang dihimpun JALA PRT berdasar pengaduan dari pendampingan di lapangan.
              Sementara PRT yang bekerja di dalam rumah tangga tidak ada kontrol dan akses melapor serta
              bantuan.

              Selain itu, survei Jaminan Sosial JALA PRT tahun 2019 terhadap 4.296 PRT yang diorganisir di
              enam kota ditemukan sebanyak 3.823 atau 89% PRT tidak mendapatkan jaminan kesehatan
              atau  menjadi  peserta  JKN-KIS.  Mayoritas  PRT  membayar  pengobatan  sendiri  apabila  sakit
              bahkan dengan cara berutang, termasuk ke majikan dan kemudian dipotong gaji.

              Untuk menjadi peserta PBI program JKN-KIS sulit karena tergantung dari aparatur lokal yang
              memasukkan mereka dalam daftar warga miskin. PRT yang bekerja di DKI Jakarta dengan KTP
              wilayah asal juga kesulitan untuk mengakses JKN-KIS.

              Ada pula 4.253 atau 99% PRT yang tidak mendapatkan hak Jaminan Ketenagakerjaan. PRT
              juga tidak ada akses untuk mendapatkan bantuan jaringan pengaman sosial dari pemerintah.
              Misalnya, dalam masa pandemi Covid-19, sebagai pekerja PRT tidak terdaftar. Sebagai warga
              miskin, dan urban PRT pun tidak terdaftar.

              "Dalam masa pandemi, bagi PRT tidak ada pilihan karena PRT tidak tergolong sebagai pekerja
              yang bisa work from home, kecuali PRT harus bekerja dengan berbagai risiko. Apabila tidak
              bekerja, tidak ada bantuan dari pemerintah, PRT mengalami krisis pangan, papan," katanya..






































                                                           68
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74