Page 74 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 74

Indonesia, mengingat sudah diajukan ke DPR sejak 2004 atau 16 tahun lalu. RUU PPRT sudah
              berkali-kali menjadi bagian Prolegnas empat kali periode DPR dan pemerintahan.

              Menurut  Giwo,  segera  disahkannya  RUU  tersebut  menjadi  UU  merupakan  bentuk  kehadiran
              negara  dalam  perlindungan  warga  negara  yang  bekerja  sebagai  PRT  di  Indonesia.  Total
              jumlahnya lebih dari 5 juta orang di mana 84% adalah perempuan. Ini merupakan angka besar
              yang  menunjukkan  bahwa  PRT  sangat  dibutuhkan.  PRT  juga  bagian  dari  soko  guru
              perekonomian lokal, nasional dan global.
              Sampai pada urusan domestik keluarga, pun PRT mempunyai kontribusi besar. Menurut Giwo,
              tidak ada perempuan yang bisa berkiprah di publik hingga menjadi pemimpin tanpa dukungan
              PRT di keluarga.

              "Tanpa  dukungan  PRT,  di  rumah  keluarga  itu  kesulitan  dalam  urusan  domestik.  Apalagi
              pasangan suami istri yang kerja di ruang publik. Karena itu, sudah seharusnya semua pihak
              mendukung lahirnya UU PPRT agar ada jaminan kepastian status dan hak PRT. Jika bangsa
              Indonesia ingin capai SDGs 2030, maka PRT jangan sampai berada di posisi belakang," kata
              Giwo dalam konferensi pers secara daring, Minggu (5/7/2020).

              Oleh karena itu Giwo meminta dukungan semua pihak agar RUU ini bisa digolkan di parlemen.
              Di dalam RUU ini, menurut Giwo, hak dan kewajiban pemberi kerja maupun PRT ini seimbang.
              Dalam RUU ini tidak hanya PRT yang dilindungi, tetapi juga pemberi kerja. Misalnya, bila PRT
              ingin mengundurkan diri maka ia harus mengajukannya jauh-jauh hari. Kemudian dimungkinkan
              ada PHK bila melanggar kesepakatan bersama.

              Selain itu, menurut Giwo, dengan adanya RUU ini, tidak ada lagi bentuk diskriminasi terhadap
              profesi PRT. Misalnya, terminologi PRT tidak lagi disebut pembantu rumah tangga melainkan
              pekerja  rumah  tangga.  Artinya,  mereka  diakui  sebagai  pekerja  yang  juga  punya  hak-hak
              istimewa.

              Menurut Giwo, Kowani yang beranggotakan 87 juta perempuan Indonesia akan mengawal RUU
              ini  agar  segera  disahkan.  Kowani  sendiri  melakukan  road  show  ke  banyak  daerah  untuk
              menyosialisasikan RUU PPRT dan menggalang dukungan dari publik.

              Setelah draf RUU PPRT ditetapkan sebagai RUU inisiatif DPR, berikutnya DPR akan mengirim
              RUU  tersebut  kepada  pemerintah.  Pemerintah  kemudian  mengirimkan  daftar  inventarisasi
              masalah (DIM) dan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR untuk memulai pembahasan bersama.

              Inisiatif DPR dan pembahasan bersama dengan pemerintah sudah ditunggu dan apabila terjadi
              hal tersebut, maka 2020 menjadi pengharapan jalan untuk perubahan situasi PRT di Indonesia.

              Salah satu poin penting dalam RUU PPRT ialah adanya jaminan sosial bagi PRT yang meliputi
              JKN-KIS sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI). Hal ini penting karena mayoritas PRT
              menerima  upah  yang  rendah.  Faktanya  selama  ini  PRT  tidak  bisa  membayar  iuran  JKN-KIS
              karena memberatkan.

              Demikian  pula  dengan  Jaminan  Sosial  Ketenagakerjaan  dalam  RUU  PPRT  disebutkan  hak
              jaminan  sosial  ketenagakerjaan  yang  ditanggung  bersama  PRT  dan  pemberi  kerja  yang
              sekurang-kurangnya  meliputi  Jaminan  Hari  Tua,  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  dan  Jaminan
              Kematian..







                                                           73
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79