Page 92 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 92
"Bantuan ini merupakan bagian dari refocusing program dan kegiatan Kemnaker dalam
menanggulangi dampak pandemi Covid-19," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah di
Mojokerto, Sabtu (4/7) kemarin petang.
Menaker menambahkan, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan seluruh
Kementerian/Lembaga agar program dan kegiatan difokuskan untuk menangangani dampak
pandemi Covid-19. Untuk itu, Menaker menginginkan pekerja yang terdampak Covid-19, baik
di-PHK atau dirumahkan, dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan.
"Seluruh program yang ada di Kemnaker kami orientasikan untuk membantu teman-teman yang
ter-PHK, yang dirumahkan," kata Menaker Ida.
Menaker Ida mengatakan, saat pandemi Covid-19 ini yang ditangani pemerintah bukan
kesehatan saja namun juga sektor-sektor yang lain. Pemerintah juga melakukan pemulihan
ekonomi masyarakat serta memastikan masyarakat mendapatkan social safety net. Khusus
untuk program BLK Komunitas, Menaker Ida berujar bahwa program ini ditujukan untuk
mempercepat peningkatan kompetensi SDM. Program ini menyasar komunitas-komunitas
masyarakat, salah satunya lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren.
"Ini salah satu cara kita mendorong peningkatan kompetensi masyarakat kita. Mendorong dari
yang low skill, agar memiliki kompetensi dan masuk pasar kerja atau berwirausaha," ujar
Menaker.
Hingga 2019, Kemnaker telah membangun 1.113 BLK Komunitas. Pada 2020, Kemanker
memasang target 2000 BLK Komunitas dapat terbangun. Namun, akibat pandemi Covid-19,
program ini di-refocusing hingga menjadi 1000 BLK Komunitas. Menaker menegaskan, program-
program bantuan ini tidak boleh disalahgunakan. Ia pun tak segan akan menindak siapapun
yang menyalahgunakan wewenang dalam pelaksanaan program bantuan.
"Tidak boleh satu rupiah pun berkurang bantuan itu. Tidak boleh ada siapa pun yang
mengatasnamakan Kementerian Ketenagakerjaan meminta fee atas program ini. Jadi kalau ada
oknum mengatasnamakan Kementerian Ketenagakerjaan dan motong, bawa ke Polisi, kita
laporkan sama-sama," tegasnya. (*).
91

