Page 104 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 SEPTEMBER 2021
P. 104

Menurut Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI & Jamsos) Kemnaker,
              Indah Anggoro Putri, kebijakan perluasan penerima BSU ini, diputuskan lantaran adanya sisa
              anggaran dan setelah melakukan koordinasi dengan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
              dan Kementerian Keuangan untuk memperluas cakupan penerima program BSU.

              "Sisa Anggaran BSU tersebut sebesar Rp 1.791.477,000 dan akan menyasar 1.791.477 pekerja.
              Anggaran yang ditetapkan dan diberikan Komite PEN untuk Program BSU sebesar Rp.8,7 Triliun
              untuk  8.783.350  pekerja  terdampak  Pandemi  Covid-19,"  kata  Indah  Anggoro  Putri,  saat
              mengikuti  Rapat  Dengar  Pendapat  (RDP)  dengan  Komisi  IX  DPR  RI  di  Komplek  Parlemen
              Senayan, Jakarta, Selasa (28/9/2021).

              Indah Anggoro Putri menjelaskan, realisasi dan progres program BSU saat ini telah tersalurkan
              kepada 6.991.873 pekerja/buruh dengan alokasi anggaran sebesar Rp 6.9 triliun.

              "Kami  juga  mendapat  informasi,  kami  harus  melaporkan  BSU.  Alhamdulillah  per  hari  ini
              mengalami progress yang signifikan, dari target 8.783.350 pekerja," ujar ndah Anggoro Putri.
              Putri  merinci  sesungguhnya  data  calon  penerima  BSU  yang  diterima  kemenaker  sejumlah
              8.508.527 calon penerima. Kemudian setelah dilakukan pengecekan dan diverifikasi, ditemukan
              758.327  data  pekerja  yang  duplikasi  bansos  atau  telah  menerima  bantuan  sosial  lain.  Data
              tersebut dianggap tidak memenuhi syarat penerima Program BSU.
              "Kami telah melakukan verified data untuk menghindari bansos-bansos lain dan dikeluarkan dari
              data BSU" tegas Dirjen Putri.

              Program  BSU  tahun  2021,  sedianya  akan  dirampungkan  dan  tersalurkan  seluruhnya  kepada
              penerima yang memenuhi syarat sesuai Permenaker Nomor 16 Tahun 2021 hingga akhir Oktober
              2021 mendatang. Hal demikian sesuai arahan Menaker, Ida Fauziyah.








































                                                           103
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109