Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 AGUSTUS 2019
P. 48
Title TUNGGAKAN IURAN BPJS-TK PERUSAHAAN DI TEMANGGUNG CAPAI RP3,2 MILIAR
Media Name antaranews.com
Pub. Date 01 Agustus 2019
https://www.antaranews.com/berita/987908/tunggakan-iuran-bpjs-tk-perus ahaan-di-
Page/URL
temanggung-capai-rp32-miliar
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Temanggung - Tunggakan iuran sejumlah perusahaan di Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Pembantu Temanggung, Jawa Tengah, mencapai
Rp3,2 miliar.
"Angka tunggakan di Temanggung cukup tinggi, sekitar Rp3,2 miliar terdiri atas tunggakan
lancar, kurang lancar, diragukan, dan macet," kata Kepala Cabang Pembantu BPJS
Temanggung Albertus Wahyudi Setya Basuki di Temanggung, Kamis.
Ia menyebutkan sejumlah perusahaan tersebut, antara lain perusahaan bus dan perusahaan
pengolah kayu yang sering kali berargumentasi bahwa kondisi bisnis perkayuan sekarang
belum bagus. "Jadi ada kendala keuangan, harga kayu belum memihak pada pengusaha,"
katanya.
Ia menjelaskan tunggakan diragukan dan macet, yaitu tunggakan 6 bulan ke atas, kalau
tunggakan lancar dan kurang lancar posisi 6 bulan ke bawah. "Jadi ada kunjungan juga ke
perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengingatkan," katanya.
Ia menuturkan setiap awal bulan pihaknya pasti akan memberikan surat pemberitahuan
iuran kepada perusahaan-perusahaan agar membayar iuran sejumlah tertentu.
Selain itu juga ada layanan Payment Remember System yang bertujuan mengingatkan
setiap peserta baik perorangan, instansi maupun perusahaan akan kewajiban sebagai
peserta melalui pesan singkat atau layanan SMS. "Pusat mengirimkan pesan singkat ke
masing-masing perusahaan agar membayarkan sejumlah iuran sesuai data yang ada,"
katanya.
Ia menyampaikan pihaknya juga membuat surat pemberitahuan menunggak iuran bagi
perusahaan yang diragukan dan macet. "Kalau kita sudah sampaikan surat pemberitahuan
menunggak iuran itu, tetapi mereka belum membayar akan dilakukan kunjungan bersama
dengan tim pengawasan terpadu dari pengawas ketenagakerjaan provinsi," katanya.
Ia menuturkan kalau perusahaan masih membandel, maka akan ditindak secara hukum.
Pewarta: Heru Suyitno Editor: Erafzon Saptiyulda AS COPYRIGHT (c)2019
Page 47 of 87.

