Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 AGUSTUS 2019
P. 49

Title         TUNGGAKAN IURAN BPJS KETENAGAKERJAAN DI TEMANGGUNG RP3,2 MILIAR
                Media Name    jateng.antaranews.com
                Pub. Date     01 Agustus 2019
                              https://jateng.antaranews.com/berita/253930/tunggakan-iuran-bpjs-keten agakerjaan-
                Page/URL
                              di-temanggung-rp32-miliar
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Negative








               Temanggung - Tunggakan iuran sejumlah perusahaan di Badan Penyelenggara Jaminan
               Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Pembantu Temanggung, Jawa Tengah, mencapai
               Rp3,2 miliar.

               "Angka tunggakan di Temanggung cukup tinggi, sekitar Rp3,2 miliar terdiri atas
               tunggakan lancar, kurang lancar, diragukan, dan macet," kata Kepala Cabang
               Pembantu BPJS Temanggung Albertus Wahyudi Setya Basuki di Temanggung,
               Kamis.

               Ia menyebutkan sejumlah perusahaan tersebut, antara lain perusahaan bus dan
               perusahaan pengolah kayu yang sering kali berargumentasi bahwa kondisi bisnis
               perkayuan sekarang belum bagus. "Jadi ada kendala keuangan, harga kayu belum
               memihak pada pengusaha," katanya.

               Ia menjelaskan tunggakan diragukan dan macet, yaitu tunggakan 6 bulan ke atas,
               kalau tunggakan lancar dan kurang lancar posisi 6 bulan ke bawah. "Jadi ada
               kunjungan juga ke perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengingatkan," katanya.

               Ia menuturkan setiap awal bulan pihaknya pasti akan memberikan surat
               pemberitahuan iuran kepada perusahaan-perusahaan agar membayar iuran
               sejumlah tertentu.

               Selain itu juga ada layanan Payment Remember System yang bertujuan
               mengingatkan setiap peserta baik perorangan, instansi maupun perusahaan akan
               kewajiban sebagai peserta melalui pesan singkat atau layanan SMS. "Pusat
               mengirimkan pesan singkat ke masing-masing perusahaan agar membayarkan
               sejumlah iuran sesuai data yang ada," katanya.

               Ia menyampaikan pihaknya juga membuat surat pemberitahuan menunggak iuran
               bagi perusahaan yang diragukan dan macet. "Kalau kita sudah sampaikan surat
               pemberitahuan menunggak iuran itu, tetapi mereka belum membayar akan
               dilakukan kunjungan bersama dengan tim pengawasan terpadu dari pengawas
               ketenagakerjaan provinsi," katanya.

               Ia menuturkan kalau perusahaan masih membandel, maka akan ditindak secara
               hukum.



                                                       Page 48 of 87.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54