Page 122 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 MEI 2020
P. 122

SEBANYAK 1.100 PERUSAHAAN LANGGAR PSBB JAKARTA, 188 DI ANTARANYA DITUTUP
               Title
                              PAKSA
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      13 Mei 2020
                              https://regional.kontan.co.id/news/sebanyak-1100-perusahaan-langgar-ps bb-jakarta-188-
               Page/URL       di-antaranya-ditutup-paksa
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi DKI total mendapati 1.100 perusahaan
               melanggar ketentuan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020
               tentang Pelaksanaan PSBB di Jakarta.

               Berdasarkan data laporan Disnakertrans per 14 April-12 Mei 2020, ada 188
               perusahaan ditutup paksa secara sementara karena kedapatan melanggar aturan.

               "188 perusahaan yang tidak dikecualikan namun tetap melakukan kegiatan
               usahanya dilakukan penghentian sementara kegiatannya," kata Kepala
               Disnakertrans DKI Andri Yansyah kepada wartawan, Rabu (13/5/2020).

               Sebaran wilayah perusahaan yang ditutup antara lain 45 di Jakarta Barat, 25 di
               Jakarta Timur, 37 di Jakarta Utara, 32 di Jakarta Pusat dan 49 di Jakarta Selatan.

               Kemudian sisanya, terdapat 643 perusahaan yang jenisnya diiizinkan beroperasi
               dalam Pergub 33/2020 diberi peringatan karena belum melaksanakan protokol
               kesehatan dengan benar.

               Lalu, 269 perusahaan yang tidak dikecualikan tapi mengantongi izin Kementerian
               Perindustrian, turut diberi peringatan karena alasan yang sama.

               Untuk diketahui, dalam Pasal 10 Pergub 33/2020 tertuang ketentuan 11 sektor
               usaha yang diizinkan tetap beroperasi selama PSBB berlaku. Berikut jenis usaha
               tersebut: 1. Kesehatan; 2. Bahan pangan/ makanan/ minuman; 3. Energi; 4.
               Komunikasi dan teknologi informasi; 5. Keuangan; 6. Logistik; 7. Perhotelan; 8.
               Konstruksi; 9. Industri strategis; 10. Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri
               yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; 11. Kebutuhan
               sehari-hari.

               (Danang Triatmojo)















                                                      Page 122 of 211.
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127