Page 119 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 MEI 2020
P. 119

Title          ALASAN PENGUSAHA TERPAKSA PHK KARYAWAN DI TENGAH PANDEMI CORONA
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      13 Mei 2020
                              https://www.merdeka.com/uang/alasan-pengusaha-terpaksa-phk-karyawan-di -tengah-
               Page/URL
                              pandemi-corona.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Shinta W Kamdani mengatakan,
               ada beberapa alasan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)
               selama masa penyebaran Virus Corona (Covid-19). Pertama, lemahnya permintaan
               pasar, termasuk akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

               "Kedua adalah keterbatasan bantuan modal. Ketiga keterbatasan cash-flow
               terutama untuk membiayai gaji tenaga kerja yang merupakan komponen tertinggi
               dari biaya perusahaan," jelas dia kepada Liputan6.com, ditulis Rabu(13/5).

               Dia menjelaskan, untuk dunia usaha, opsi non-stimulus yang dapat dilakukan yakni
               dengan melakukan efisiensi berbagai post pengeluaran perusahaan yang bersifat
               non-esensial atau masih bisa ditunda.

               "Mencari pinjaman usaha baru/investasi baru dengan penjualan
               saham/menggadaikan asset perusahaan, restrukturisasi perusahaan dalam skala
               besar serta melakukan alih produksi dan pasar," imbuhnya.

               Namun demikian, tanpa stimulus tambahan dari pemerintah maka cepat atau
               lambat kinerja perusahaan akan lebih tertekan lagi. "Memang sudah ada beberapa
               stimulus yang pemerintah keluarkan, hanya saja realisasinya tidak lancar dan
               diperlukan jumlah stimulus yang lebih besar saat ini," sambungnya.

               Kadin sendiri sebelumnya telah memperhitungkan adanya penambahan stimulus
               sebesar Rp 1.600 triliun guna menjaga roda perekonomian. Jumlah tersebut hampir
               empat kali lebih besar dari nilai anggaran yang pemerintah gelontorkan, yakni Rp
               405,1 triliun.

               "Tidak hanya dari segi demand (market, sektor riil) namun juga memperhatikan
               stimulus dari segi supply yaitu perbankan, terutama untuk dapat melancarkan
               penyaluran modal dengan bunga yang rendah bagi sektor-sektor riil yang
               terdampak," tandasnya.

               1 dari 1 halaman Buruh yang di-PHK Kembali Direkrut Menteri Ketenagakerjaan Ida
               Fauziyah, mengimbau kepada para pengusaha agar mengajak kembali para pekerja
               atau buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setelah wabah pandemi



                                                      Page 119 of 211.
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124