Page 201 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 MEI 2020
P. 201

Title          SEBAGAI NEGARA POROS MARITIM DUNIA, INDONESIA WAJIB RATIFIKASI KONVENSI ILO
               Media Name     liputan6.com
               Pub. Date      13 Mei 2020
                              https://www.liputan6.com/bisnis/read/4253312/sebagai-negara-poros-mari tim-dunia-
               Page/URL
                              indonesia-wajib-ratifikasi-konvensi-ilo
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Jakarta - Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi berpandangan ratifikasi
               konvensi ILO C.118 tetap harus dilakukan oleh pemerintah. Dalam hal ini
               Pemerintah Indonesia diwakili oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

               AsDep Keamanan dan Ketahanan Maritim Kemenko Kemaritiman dan Investasi,
               Basilio Dias Araujo menegaskan Kemenaker harus melakukan ratifikasi meski hal itu
               tidak banyak dilakukan oleh negara-negara di dunia. Sebab, Presiden Joko Widodo
               telah mencanangkan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia.

               "Kita kan negara poros maritim dunia, kalau harus nunggu negara lain dulu, ya kita
               mau jadi negara apa?," kata Basilio, dalam diskusi virtual bertajuk 'Memperbaiki
               Tata Kelola Awak Kapal Perikanan Indonesia', Jakarta, Rabu (13/5).

               Sebagai negara poros maritim dunia, Indonesia harus menjadi negara yang
               melakukan ratifikasi lebih dulu dan menjadi pemimpin dalam melakukannya. Jangan
               sampai, kata Basilio Indonesia menunggu negara-negara Eropa melakukan ratifikasi,
               kemudian baru diikuti langkahnya.

               "Harusnya Indonesia meratifikasi pertama karena kita suplier pelaut di dunia," kata
               dia. Terlebih negara-negara di Eropa bukan negara penyuplai tenaga kerja kapal
               perikanan. Jika pemerintah Indonesia ingin melindungi pelautnya, maka meratifikasi
               berbagai konvensi terkait perlindungan awak kapal harus dilakukan.

               "Kalau mau melindungi pelaut kita, kita harus jadi contoh ratifikasi," ungkap Basilio
               Nantinya, jika hal ini sudah dilakukan, pemerintah Indonesia akan banyak
               mendapatkan keuntungan selain melindungi tenaga kerjanya. Indonesia bisa
               memiliki kesempatan berbicara hal ini diberbagai negara lain sebagai poros maritim
               dunia.

               Saat ini, negara yang telah melakukan ratifikasi terhadap konvensi ILO yakni
               Thailand. Negeri Gajah Putih itu telah memperbaiki tata kelola perlindungan awak
               kapal sebagaimana yang telah ditetapkan dalam MLC 2006 dan ILO C.118.

               "Dengan memperbaiki itu mereka sudah bisa menunjukkan posisinya kepada
               dunia,"kata Basilio mengakhiri.
               Reporter: Anisyah Al Faqir Sumber: Merdeka.com.




                                                      Page 201 of 211.
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206