Page 197 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 MEI 2020
P. 197

BANYAK ABK BERMASALAH, KEMNAKER AKUI ATURAN PERLINDUNGAN AWAK KAPAL BELUM
               Title
                              RAMPUNG
               Media Name     liputan6.com
               Pub. Date      13 Mei 2020
                              https://www.liputan6.com/bisnis/read/4252857/banyak-abk-bermasalah-kem naker-akui-
               Page/URL       aturan-perlindungan-awak-kapal-belum-rampung
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive













               Jakarta - Berbagai permasalahan yang menimpa ABK asal Indonesia terus menuai
               sorotan dari khalayak ramai. Masyarakat sontak mempertanyakan perlindungan
               negara terhadap para ABK yang telah berjasa dalam menambah devisa negara.

               Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian
               Ketenagakerjaan Eva Trisiana mengakui pembahasan rancangan peraturan
               perlindungan (RPP) ABK atau awak kapal laut dan perikanan mengalami hambatan
               akibat pandemi Covid-19. Mestinya RPP telah rampung sejak April 2020.

               "Kemarin pas Februari 2020 rapat bersama Komisi IX DPR, mereka (DPR) meminta
               RPP selesai dua bulan kemudian (April). Hanya saja terhambat gara-gara Covid-19,
               tapi sudah dalam tahapan harmonisasi di Kemenkumham," kata Eva saat menggelar
               diskusi daring bersama DFW Indonesia, Rabu (13/5/2020).

               Eva menjelaskan bahwa saat ini RPP tentang perlindungan ABK ini telah berada di
               Kementerian Hukum dan HAM untuk menunggu proses harmonisasi lebih lanjut.
               Namun, pihaknya tidak mengetahui secara pasti terkait waktu pelaksanaan proses
               harmonisasi RPP.

               RPP sendiri merupakan mandat dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang
               Perlindungan Pekerja Migran, khususnya Pasal 4 dan Pasal 64. Dimana Pasal 4
               menegaskan bahwa pelaut awak kapal ataupun perikanan termasuk pekerja migran
               Indonesia.

               Sedangkan, Pasal 64 menginstruksikan aturan lebih lanjut melalui Peraturan
               Pemerintah sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 4 dan ditegaskan dalam
               Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2019 terkait penempatan dan
               perlindungan awak kapal niaga ataupun perikanan.

               "Kita akui pelaksanaan perlindungan (ABK)belum terkoordinasi," singkat dia.

               Merdeka.com.






                                                      Page 197 of 211.
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202