Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 NOVEMBER 2019
P. 64
"Karena kalau dibiarkan dan Kartu Prakerja diberikan, ketika masyarakat
mendapatkan mengikuti program, kemudian instrukturnya tidak ada bagaimana,"
katanya.
Kekhawatiran senada juga dilontarkan Ekonom dan Peneliti Institute for
Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati. Ia khawatir
efektivitas dana program Kartu Prakerja dapat terancam dengan membludaknya
ketertarikan masyarakat yang berada di luar data tingkat pengangguran terbuka.
"Persoalannya, orang yang mempunyai karakteristik (kriteria pengangguran) seperti
itu besar sekali jumlahnya. Mungkin lebih dari 37 juta yang orang yang tidak
mempunyai pekerjaan yang memadai, pasti sangat tertarik dengan program itu.
Sementara dana dari pemerintah ini kan terbatas, tidak mungkin bisa meng- cover
begitu banyak orang," ujarnya.
Terlebih, masyarakat yang bekerja di sektor informal membludak sehingga
menambah beban dana yang harus ditanggung oleh pemerintah. Seperti misalnya,
orang-orang yang kesehariannya menjadi driver online yang juga dapat ikut terbuai
dengan tawaran insentif dari pemerintah.
Menurut Enny, pemerintah seharusnya juga lebih memikirkan sisi permintaan
dibandingkan terlalu fokus terhadap peningkatan suplai tenaga kerja, dengan
memberikan insentif terhadap bisnis-bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM), dan juga Industri yang besar dana dalam menyerap tenaga kerja.
"Industri-industri kecil, menengah ataupun industri besar yang dimana mereka
mampu menyediakan lapangan kerja, itu yang sebenarnya sangat efektif untuk
diberikan insentif supaya mereka bisa menyerap lapangan kerja lebih baik,"
tuturnya.
Pasalnya, apabila yang ditingkatkan hanya dari sisi suplai tenaga kerja, hal itu akan
berpengaruh kepada keseimbangan antara jumlah pencari kerja dan penerima kerja.
Apabila hal tersebut terjadi maka menimbulkan suplai pekerja yang berlebih, yang
berujung pada peningkatan pengangguran.
"Maka dari itu, perlu adanya program kombinasinya, diantaranya, bagaimana selain
melatih pencari kerja, memfasilitasi juga dengan memberikan insentif kepada
sektor-sektor yang mampu menyediakan lapangan kerja, sehingga pemerintah juga
tidak boros dana sementara strateginya tidak tepat sasaran," jelasnya.
(ara).
Page 63 of 144.

