Page 94 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 NOVEMBER 2019
P. 94
BURUH KECEWA GUBERNUR JABAR HANYA BUAT SURAT EDARAN BUKAN SURAT
Title
KEPUTUSAN UMK, TUNGGU EMIL DATANG
Media Name jabar.tribunnews.com
Pub. Date 21 November 2019
https://jabar.tribunnews.com/2019/11/21/buruh-kecewa-gubernur-jabar-ha nya-buat-
Page/URL
surat-edaran-bukan-surat-keputusan-umk-tunggu-emil-datang
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja
menggelar aksi di depan Gedung Sate , hingga Kamis (21/11/2019) petang.
Namun, mereka merasa kecewa setelah mendengar penetapan upah minimum
kabupaten atau kota (UMK) 2020 di Jabar ditetapkan dalam bentuk surat edaran.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Jawa Barat,
Roy Jinto Ferianto, mengatakan pihaknya sudah berudiensi dengan Wakil Gubernur
Jabar Uu Ruzhanul Ulum pada petang hari.
"Tapi kami kecewa karena format keputusan yang berbeda dengan tahun
sebelumnya. Katanya, penetapan UMK akan berbentuk surat edaran, bukan surat
keputusan," ujar Roy di Gedung Sate , Kamis (21/11/2019) Roy mengatakan jika
keputusan UMK dikeluarkan dalam bentuk surat edaran, maka tidak akan mengikat
secara hukum.
Karenanya, buruh merasa kecewa karena hal tersebut dinilai akan membuat UMK
jadi percuma.
"Kami ini yang bertahan menggelar aksi di Gedung Sate sekitar 500 orang akan
bertahan sampai kami melihat bentuk penetapan UMK oleh gubernur, seperti apa.
Kalau surat edaran ini jadi persoalan," katanya.
Roy mengatakan pihaknya bingung dengan kebijakan yang dibuat Gubernur Jabar
kali ini karena berbeda dengan provinsi yang lain.
Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, katanya, menetapkan UMK dalam bentuk
surat keputusan.
Sementara DKI Jakarta dalam bentuk peraturan gubernur.
"Kalau bentuknya surat edaran, itu seperti tidak mentapkan UMK . Kami tidak
mengerti Gubernur Jabar ini. Pokoknya, kami masih bertahan sampai melihat
bentuk fisiknya," katanya.
Page 93 of 144.

