Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 MARET 2020
P. 50
semacamnya. Potensi industri kreatif ini sebenarnya masih sangat besar, mengingat
belum ada pemain yang mendominasi.
Hanya saja untuk memastikan layanannya bermanfaat, kualitas pembelajaran dan
sistemnya harus didesain dengan baik. Peran ini yang coba dimaksimalkan oleh
Vokraf. "Sejak diluncurkan, kami mendapatkan feedback positif dari pengguna.
Mereka menemukan konten yang dibutuhkan. Sudah ada early paid users dan
growth.
Itu berdasarkan data. Tetapi yang paling penting, kenapa kami optimis bisa tumbuh
menjadi besar adalah karena tim kami yang passionate , kompak, dan sangat gigih.
Tim kami ingin memberikan yang terbaik untuk talent yang ingin masuk ke industri
kreatif, dan kami juga ingin membantu perusahaan-perusahaan industri kreatif
supaya grow dengan adanya supply talent yang skillnya memenuhi," tambah Fina.
Dalam kesempatan ini, Menaker Ida Fauziyah menyambut positif hadirnya Vokraf
sebagai bagian penting dari industri kreatif. Selain dibutuhkan oleh anak-anak muda
sekarang, Vokraf juga bisa menjadi penyeimbang ekonomi di Indonesia lebih baik
lagi. "Semua murid Vokraf bisa menggunakan kesempatan dengan baik, dan
teruslah maju. Jangan berhenti belajar. Bersama Vokraf, saya yakin, kalian akan
mendapat masa depan yang lebih baik," kata Ida Fauziyah.
Menparekraf Wishnutama juga menekankan betul, sangat penting memahami
keseluruhan "game" dari ekonomi kreatif. Tidak hanya fokus pada akhirnya saja,
hanya ingin menjadi "Entrepreneur", tetapi harus memahami berbagai elemen
penggerak industri kreatif, termasuk mengenai bayar pajak dan
ketenagakerjaannya.
Dari segi bisnis dan karier, CEO GDP Venture Martin Hartono pun menyampaikan,
kini masih banyak sekali tantangan dalam industri kreatif, dan salah satu yang
terbesar adalah SDM. Seperti kurangnya Scriptwriters & Editors berskala
internasional. Kurangnya keahlian pada posisi-posisi tersebut dapat sangat terbantu
dengan adanya edukasi khusus industri kreatif dari Vokraf..
Page 49 of 71.

