Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 MARET 2020
P. 49

Acara persembahan Vokraf dan ICCN yang dikemas sebagai konferensi bertema
               "2045: Collaboration to ignite creative industry" ini turut dihadiri oleh Menteri
               Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Ketenagakerjaan
               Ida Fauziyah, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, dan CEO GDP Venture Martin
               Hartono.

               Fiki Satari yang kini juga berperan sebagai Staf Khusus Menkop dan UKM
               menjelaskan, ICCN adalah simpul organisasi yang berkomitmen untuk memajukan
               10 Prinsip Kota Kreatif, komitmen untuk memajukan kota-kota kreatif di Indonesia.
               Caranya, dengan melakukan riset dan pengembangan untuk menumbuhkan
               pembangunan ekonomi, dengan mewujudkan ide/gagasan yang kreatif dan inovatif,
               serta ditopang oleh kelengkapan infrastruktur kelembagaan. Semua bekerja sama
               dalam keterlibatan Pentahelix serta adanya dukungan infrastruktur yang berkualitas
               dan modern.

               Fasilitasi dan Proteksi Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan,
               pertumbuhan industri kreatif harus didukung, serta dibarengi dengan proteksi
               khususnya terhadap masuknya permodalan dari luar negeri.

               "Para pelaku ekonomi kreatif atau industri kreatif, dalam 10-15 tahun mendatang
               akan menjadi kekuatan ekonomi yang diperhitungkan, karena itu kami di DPR terus
               memberikan fasilitasi sekaligus proteksi. Khususnya masuknya perusahaan
               transnasional, mereka harusnya berkantor di Indonesia dan menjadi Wajib Pajak,"
               ujarnya.

               Syaiful Huda pun menjelaskan, DPR bersama eksekutif baru saja meluncurkan UU
               24/2019 yang intinya mendorong tumbuh kembangnya ekonomi kreatif. "Kami akan
               terus terbuka mengikuti perkembangan dan dinamika industri kreatif ini, dan
               peluncuran Vokraf ini saya kira merupakan langkah yang bagus untuk
               perkembangan industri kreatif di tanah air," katanya.

               Vokraf dikembangkan oleh tiga anak muda alumni ITB, yaitu Fina Silmi, Mahatma,
               dan Dwi Grahantino. Vokraf menempatkan diri sebagai learning platform yang
               diharapkan bisa menjadi rujukan bagi anak-anak muda Indonesia belajar
               kemampuan yang dibutuhkan di dunia kreatif.

               CEO Vokraf Fina Silmi menambahkan, sejauh ini sudah memiliki 4 rencana
               pembelajaran, yaitu Copywriter, Graphic Designer, 3D Animator, dan YouTube
               Content Creator. Vokraf juga menjalin kerja sama dengan The Little Giantz, salah
               satu perusahaan animasi di Indonesia.

               Di Indonesia saat ini sudah banyak memiliki platform belajar yang memanfaatkan
               teknologi digital dan secara online. Ruangguru sudah mulai dengan Skill Academy,
               ada juga Udemy yang sudah masuk ke pasar Indonesia, Hacktiv8 yang mulai
               meluncurkan Kode.id, HarukaEdu yang meluncurkan Pintaria, Dicoding, dan layanan





                                                       Page 48 of 71.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54