Page 109 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 109
Title PENGUSAHA WAJIB BAYAR THR H-7 LEBARAN
Media Name detik.com
Pub. Date 12 Mei 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5010991/pengusaha-waji b-bayar-thr-h-
Page/URL
7-lebaran
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mewajibkan pengusaha untuk
membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tepat waktu, dengan batas
maksimal H-7 Lebaran.
Peringatan itu terbit selang beberapa hari setelah Ida menerbitkan Surat Edaran
(SE) nomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari
Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus
Desease 2019 (COVID-19).
"THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh
pengusaha kepada pekerja/buruh, paling lambat 7 hari sebelum hari raya
keagamaan," kata Ida dalam keterangan resminya, Senin (11/5/2020).
Dalam peringatan tertulisnya itu, Ida juga membeberkan ada denda 5% bagi
pengusaha yang telat mencairkan THR. Denda ini pun tidak menghilangkan
pengusaha untuk tetap membayar THR. Lalu, bagi pengusaha yang tak membayar
akan diberikan sanksi.
"Pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh
dikenai denda, sedangkan pengusaha yang tidak membayar THR dapat dikenai
sanksi administratif hingga penghentian sebagian usaha," tegas Ida.
Sementara, di dalam SE yang diterbitkan pada Rabu (6/5) lalu itu memang memuat
ketentuan kelonggaran pembayaran THR dalam bentuk penundaan atau pencicilan
bagi pengusaha yang tak mampu membayar kepada pekerjanya sesuai regulasi
yang berlaku.
Namun, kelonggaran itu hanya diberikan pemerintah jika para pengusaha sudah
memperoleh kesepakatan dari proses dialog dengan pekerja/buruh.
"Proses dialog tersebut dilakukan secara kekeluargaan, dilandasi dengan laporan
keuangan internal perusahaan yang transparan, dan itikad baik untuk mencapai
kesepakatan," jelasnya.
Dialog tersebut dapat menyepakati beberapa hal, antara lain:
Page 108 of 243.

