Page 113 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 113
Karena itulah kolompok tersebut bisa kembali beraktivitas.
"Mereka adalah secara fisik sehat, punya mobilitas tinggi, dan rata-rata kalau
mereka terpapar belum tentu sakit," kata Doni.
Sementara bagi warga yang berusia 46 tahun ke atas, mereka tetap diminta
menjaga diri agar tak tertular virus corona.
Umumnya, kata Doni, kelompok usia 46 sampai 59 tahun ini memiliki kondisi
kormobid atau penyakit penyerta di antaranya hipertensi, diabetes, jantung, hingga
penyakit paru obstraksi kronis.
Untuk itu mereka tetap diminta di rumah, mencuci tangan, menggunakan masker,
dan menjaga jarak.
"Kalau kita bisa melindungi saudara-saudara yang kelompok rentan ini, berarti kita
mampu melindungi warga negara kita 85 persen," ucap Doni.
Doni mengatakan, saat ini gugus tugas tengah menyusun skenario untuk menjaga
agar masyarakat tidak terpapar virus corona dan juga tidak terdampak PHK .
"Di sinilah dibutuhkan kerja keras dari seluruh komponen masyarakat untuk betul-
betul bisa disiplin, taat, dan patuh kepada protokol kesehatan," ujarnya.
Sebelumnya, terkait pandemi virus corona, pemerintah merekomendasikan
pelaksanaan kerja tak di kantor alias bekerja di rumah (WFH).
Atas dasar itu, semua instansi pemerintahan dan juga unit-unit usaha swasta di luar
pengecualian menonaktifkan aktivitas perkantoran mereka.
Terhitung sudah lebih dari sebulan WFH digalakkan demi meminimalisasi
penyebaran virus corona, terutama setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial
Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah.
Pandemi virus corona sendiri telah berdampak cukup besar pada sektor industri di
berbagai bidang, terutama terkait imbauan physical distancing yang lalu ditegaskan
lewat penerapan PSBB.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat total pekerja yang terkena
pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan per 20 April 2020 mencapai 2,08
juta pekerja.
Lebih dari setengahnya berasal dari sektor formal yang terkena imbas wabah virus
corona.
Page 112 of 243.

