Page 181 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 181

Title          MENAKER PASTIKAN PENGUSAHA TUNDA DAN CICIL THR KENA DENDA
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      11 Mei 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200511120935-532-502015/menaker -
               Page/URL
                              pastikan-pengusaha-tunda-dan-cicil-thr-kena-denda
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan bahwa perusahaan
               yang menunda atau mencicil Tunjangan Hari Raya ( THR ) keagamaan tetap
               mengikuti ketentuan dalam Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang
               Pengupahan.

               Artinya, keputusan penundaan atau pembayaran THR dengan cara dicicil harus
               diperoleh melalui dialog antara pengusaha dan pekerja/buruh.

               Selain itu, Ida juga memastikan bahwa kesepakatan mengenai waktu dan cara
               pembayaran THR Keagamaan dan denda, tak menghilangkan kewajiban pengusaha
               untuk membayar THR Keagamaan dan denda kepada pekerja/buruh.

               Jika mengacu pada PP 78/2015, denda yang dimaksud tercantum dalam Pasal 58, di
               mana pengusaha yang terlambat membayarkan THR akan didenda sebesar 5 persen
               per hari sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha.

               "Ada sanksi buat perusahaan yang tidak membayar sama sekali? Sesuai ketentuan
               perundang-undangan, secara administrasi, tetap ada dendanya," kata Ida melalui
               keterangan resminya, dikutip Senin (11/5).

               Kendati demikian, Ida menyampaikan bahwa pengenaan denda tersebut harus
               dibicarakan bersama buruh dan dilaporkan kepada dinas ketenagakerjaan setempat.

               Selain itu, pengusaha juga perlu membuka secara transparan kondisi keuangannya
               berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan dan membicarakannya dengan
               para buruh secara bipartit.

               "Dengan membuka ruang dialog, maka pengusaha dan pekerja mencari jalan
               bersama antara bagaimana mengatasi pembayaran THR ini. Apakah dilakukan
               secara bertahap, kalau ditunda sampai kapan, caranya bagaimana, itu dibicarakan
               secara bipartit antara pengusaha dengan pekerja," sebut Ida.

               Sebelumnya, Ida menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020
               tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di
               Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

               Dalam SE tersebut, dijelaskan bahwa perusahaan yang tidak mampu membayar



                                                      Page 180 of 243.
   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186