Page 238 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 238

Title          MENAKER INGATKAN THR PALING LAMBAT DIBAYARKAH H-7 LEBARAN
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      11 Mei 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/312109-menaker-ingatkan-thr-pal ing-lambat-
               Page/URL
                              dibayarkah-h-7-lebaran
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               JELANG perayaan Hari Raya Idul fitri tahun 2020, Menteri Ketenagakerjaan, Ida
               Fauziyah mengingatkan para pengusaha untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya
               (THR) Keagamaan tepat waktu.

               "THR Keagamaan merupakan pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan oleh
               pengusaha kepada pekerja/buruh, paling lambat 7 hari sebelum hari raya
               keagamaan," kata Menaker Ida Fauziyah saat berkoordinasi dengan Kepala Disnaker
               Se-Indonesia melalui sambungan video di Jakarta, hari Senin (11/5).

               THR Keagamaan sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor
               6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh Di
               Perusahaan. Permenaker ini merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah
               RI Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

               "Pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh
               dikenai denda, sedangkan pengusaha yang tidak membayar THR dapat dikenai
               sanksi administratif hingga penghentian sebagian usaha," jelas Menaker.

               Sebelumnya, Kemnaker juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri
               Ketenagakerjaan RI Nomor: M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian
               THR Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Covid-19.

               Melalui SE ini, para Gubernur seluruh Indonesia diminta untuk memastikan
               perusahaan membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh sesuai ketentuan
               peraturan perundang-undangan.

               "Semangat surat edaran ini memang mendorong dialog untuk mencapai
               kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, bila ada pengusaha yang tak mampu
               membayar THR, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR
               Keagamaan," ujar Menaker.

               Pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh
               dikenai denda sebesar 5%. Denda ini dikelola dan dipergunakan untuk
               kesejahteraan pekerja/buruh, serta tidak menghilangkan kewajiban pengusaha
               untuk tetap membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh.




                                                      Page 237 of 243.
   233   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243