Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 145
"Ini pilihan yang sulit di tengah kondisi saat ini, tetap membayar upah penuh
sementara sektor usaha terkena dampak.”
“Kondisi ini yang memaksa pemerintah untuk mengambil kebijakan untuk mencegah
pandemi Covid-19," ucap Sudrajat.
Menurut Sudrajat, diperlukan kejujuran dari pengusaha apabila memiliki keuntungan
yang bagus selama pandemi dapat membayarkan upah atau THR karyawan normal
seperti biasa.
Namun, jika perusahaan menghadapi situasi yang sulit karena kebijakan pemerintah
mencegah Covid-19, maka perlu kearifan dari pekerja untuk memahami kondisi.
Sudrajat menganalogikan hubungan pekerja dengan pengusaha seperti layaknya
suami istri, perlu saling pengertian dan komunikasi.
Apabila pengusaha sebagai suami sedang capai, maka pekerja sebagai istri harus
memaklumi demi jalannya roda perusahaan.
Pengusaha diminta tetap memperhatikan kesejahteraan pekerjanya, karena upah
dibutuhkan untuk keberlangsungan penghidupan pekerja.
Namun, kondisi pandemi Covid-19 tidak memungkinkan, sehingga perlu ada
musyawarah untuk mencapai mufakat dalam pembayaran upah maupun THR
pekerja.
Sudrajat menyebutkan, THR merupakan hal yang sudah dipersiapkan oleh
perusahaan sehingga bisa dibagikan.
Namun, apabila kondisi pandemi Covid-19 menyulitkan pengusaha membayarkan
upah apalagi THR, maka perlu ada diskusi dengan pekerja/buruh untuk mencari
solusi bersama.
"Makanya saya bilang, harapnya saya perlu kearifan dan kebijaksanaan dari semua
pihak (pekerja dan pengusaha), dalam kondisi normal itu suatu yang wajar dan
logis.
Tapi kondisi berbeda saat ini, tentu situasi pandemi ini memengaruhi itu," katanya.
Sudrajat mengimbau kepada pengusaha dalam kondisi saat ini tetap memperhatikan
nasib pekerja.
"Tapi kalau terpaksa harus dibicarakan, jangan pengusaha satu pihak mengambil
langkah, artinya semua itu kalau dikomunikasikan barang kali bisa dipahami oleh
para pekerja," pungkasnya.
Kebijakan Menaker soal THR
Page 144 of 276.

