Page 210 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 210
Title ADA APA DI BALIK KARTU PRAKERJA?
Media Name kompas.com
Pub. Date 06 Mei 2020
https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/06/091539565/ada-apa-di-balik -kartu-
Page/URL
prakerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
HUJAN kritik menerpa program Kartu Prakerja sejak diluncurkan 11 April 2020.
Salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo saat pilpres lalu ini dinilai
terlalu dipaksakan untuk bisa terlaksana saat bangsa ini berjibaku menghadapi
pandemi Corona.
Kritik bahkan datang dari partai-partai koalisi pemeritah yang dulu mendukung
program ini sebagai salah satu janji kampanye Presiden Jokowi.
Semula, atau saat dijanjikan pada masa kampanye pilpres lalu, Kartu Prakerja
didesain sebagai program yang dijalankan saat situasi normal.
Melalui program ini, pemerintah memberikan pelatihan kepada angkatan kerja untuk
meningkatkan kompetensi, sekaligus memberikan insentif bagi mereka untuk
memulai ikhtiarnya. Pelatihan pun akan diberikan secara langsung, bukan daring.
Belum sempat program ini berjalan, Virus Corona datang menghantam yang
membuat dunia usaha babak belur. Jutaan pekerja di-PHK dan dirumahkan. Jutaan
pelaku usaha kecil kehilangan pencaharian. Jaring pengaman sosial (JPS) mesti
disiapkan untuk membantu mereka.
Pemerintah lantas banting stir. Program Kartu Prakerja dijadikan salah satu bagian
dari JPS, bersama dengan PKH (Program Keluarga Harapan), BLT (Bantuan
Langsung Tunai), bantuan sembako, dan berbagai insentif lainnya.
Anggaran Kartu Prakerja dinaikkan dua kali lipat menjadi Rp 20 triliun untuk 5,6 juta
peserta. Setiap peserta menerima Rp 3.550.000 dalam bentuk bantuan dana
pelatihan sebesar Rp 1 juta dan sisanya insentif tunai yang diberikan bersyarat dan
bertahap.
Peserta wajib mengikuti pelatihan secara daring yang disediakan oleh mitra Kartu
Prakerja. Tentu saja dengan membayar dari dana pelatihan yang diberikan oleh
pemerintah. Pemerintah menyebutnya sebagai semi-BLT.
Kebijakan ini lah yang memicu kritik. Tak hanya itu, implementasinya pun tak luput
dari sasaran kritik. Para ekonom, aktivis, anggota DPR, hingga pengamat dan
akademisi ramai-ramai bersuara.
Dinilai sia-sia
Page 209 of 276.

