Page 211 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 211

Memberikan pelatihan kepada para pekerja dan warga yang terdampak karena
               pandemi Corona dinilai tak membantu. Mereka lebih membutuhkan bantuan tunai
               untuk menyambung hidup ketimbang peningkatan kompetensi.

               Pasar tenaga kerja pun dipastikan tutup di tengah pandemi. Anggaran pelatihan
               sebesar Rp 5,6 triliun akan menjadi sia-sia, dan lebih bermanfaat jika diberikan
               langsung secara tunai.

               Di sisi lain, masyarakat ditengarai berbondong-bondong mengincar kepesertaan
               karena iming-iming insentif tunai. Jumlah pendaftar hingga penutupan pendaftaran
               gelombang ketiga pada 30 April 2020 lalu mencapai 8,6 juta.

               Sementara peserta yang diterima hingga gelombang kedua tercatat 288.154 orang.
               Sebanyak 30 gelombang pendaftaran direncakan akan dibuka hingga November
               mendatang.
               Polemik mitra

               Kemunculan mitra Kartu Prakerja memantik kontroversi lebih sengit. Delapan
               platform e-commerce menjadi mitra tanpa melalui tender. Padahal, mereka akan
               menerim aliran dana pelatihan dari jutaan peserta yang nilainya triliunan rupiah.

               Indonesian Coruption Watch (ICW) menilai praktik ini berpotensi korupsi. Mandat
               yang diberikan kepada mitra seharusnya melui mekanisme pengadaan barang dan
               jasa sebagaimana diatur Perpres No.16/2018.

               Sebelumnya, aroma konflik kepentingan telah mencuat lantaran startup digital
               Ruangguru yang didirikan stafsus milenial Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah
               Devara, menjadi salah satu mitra platform pelatihan Kartu prakerja. Polemik ini
               membuat Adamas mengundurkan diri sebagai stafsus Presiden.

               Materi pelatihan juga tak luput kritik hingga dugaan mark-up. Masyarakat Anti
               Korupsi Indonesia (MAKI) menilai harga pelatihan yang ditawarkan, yang berkisar
               Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta, terlalu mahal apabila didasarkan biaya produksinya.

               Peneliti Indef, Nailul Huda, memperkirakan biaya produksi video pelatihan yang
               dikeluarkan setiap mitra sekitar Rp 243 miliar.

               Dengan demikian, kedelapan perusahaan tersebut berpotensi meraup untung
               hingga Rp 3,7 triliun atau 66% dari total anggaran pelatihan yang sebesar Rp 5,6
               triliun.

               Persentase keuntungan ini menyalahi aturan BPKP yang membatasi keuntungan
               maksimal 20%.

               Mahalnya materi pelatihan juga mendapat sorotan anggota DPR Habiburokhman.




                                                      Page 210 of 276.
   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216