Page 57 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 desember 2019
P. 57

berkualitas, tidak hanya membuka lapangan kerja tetapi kualitas SDM dan kualitas
               hidup pekerja/buruh dan keluarganya juga bisa dipastikan meningkat.

               Jangan juga seperti proses pembuatan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang
               Ketenagakerjaan yang pada waktu itu pemerintah menjanjikan akan ada
               pembukaan lapangan kerja dan hubungan industrial akan harmonis dengan
               hadirnya UU Nomor 13 tersebut, tetapi faktanya investasi tidak tumbuh dengan
               signifikan dan hubungan industrial tidak lebih baik.

               Terobosan Solusi

               Kalangan pekerja/buruh dan SP/SB tentunya mendukung pemerintah untuk
               membuka lapangan kerja yang lebih luas lagi dan yang berkualitas. Dengan
               berdasar pada amanat Konstitusi Pasal 27 ayat (2) bahwa setiap warga negara
               Indonesia berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan,
               maka Pemerintah memang berkewajiban menyediakan lapangan kerja tersebut.

               Terkait dengan beberapa pasal yang akan disasar oleh UU Cipta Lapangan Kerja
               seperti tentang PHK, pesangon, jaminan sosial, perjanjian kerja waktu tertentu
               (PKWT), outsourcing dan pengupahan, Timboel berharap pembicaraan pasal-pasal
               ini bisa dilakukan secara lebih terbuka dan bisa diakses oleh seluruh SP/SB dan
               pekerja/buruh, tidak lagi mengulangi proses pembuatan UU Nomor 13 Tahun 2003
               yang hanya diserahkan kepada tim kecil dan tidak terbuka.

               Masalah PHK, pesangon, PKWT, outsourcing dan pengupahan yang merupakan isu-
               isu krusial dalam hubungan industrial harus bisa dicarikan solusi untuk seluruh
               pemangku kepentingan, dengan mengkaitkannya pada program jaminan sosial.

               Pesangon ke depan sudah harus masuk dalam skema jaminan sosial yang dikelola
               Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek), sehingga
               pengusaha tidak merasa berat ketika harus membayar pesangon dan pekerja
               memiliki kepastian memperolehnya.

               Persoalan PKWT dan outsourcing kerap kali muncul karena di kedua sistem kerja ini
               pihak pekerja tidak mendapat kepastian perlindungan ekonomi ketika mengalami
               PHK. Oleh karenanya baik untuk digagas ke depan pekerja PKWT dan outsourcing
               mendapatkan kompensasi pengakhiran hubungan kerja yang bisa mendukung
               ekonomi mereka pada saat mencari pekerjaan.

               Tidak hanya perlindungan yang bersifat ekonomi tetapi juga ke depan seluruh
               pekerja mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan skill pekerja dan
               mendapatkan sertifikasi sebagai "kail" untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih
               baik lagi, yang memang tugas tersebut menjadi tanggungjawab Pemerintah, dan
               peran Pemerintah lainnya untuk mempertemukan SDM yang ada dengan kebutuhan
               industri.






                                                       Page 56 of 118.
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62