Page 56 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 56

Title          OMNIBUS LAW DAN KONTROVERSI DI SEKITARNYA
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      21 Januari 2020
               Page/URL       https://www.merdeka.com/uang/omnibus-law-dan-kontroversi-di-sekitarnya .html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               Istilah Omnibus Law pertama kali dicetuskan Presiden Jokowi saat Pidato pelantikan
               presiden dan wakil presiden di Senayan pada 20 Oktober 2019 lalu. Kala itu
               Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan
               UU Cipta Lapangan Kerja dan menggabungkan sejumlah undang-undang terkait
               dalam satu undang-undang alias Omnibus Law.

               Presiden Jokowi saat itu mengatakan Omnibus Law akan menyederhanakan aturan
               atau regulasi yang menghambat investasi. Namun, Rancangan Undang-Undang
               Omnibus Law menuai polemik, khususnya dari para buruh. Yang jadi sorotan terkait
               isu penghapusan pesangon dan beberapa lainnya. Berikut ulasannya:

               Ombudsman Kritik Pemerintah Terlalu Tertutup Bahas Omnibus Law

               Anggota Ombudsman RI, Alamsyah Saragih mengkritik pemerintah yang terkesan
               tertutup dalam membahas Omnibus Law. Alamsyah mengatakan, banyak pihak
               termasuk akademisi sulit mengakses isi Omnibus Law tersebut.

               "Saya khawatir karena pemerintah tidak membuka pembahasan Omnibus law ini ke
               banyak pihak, akademisi," ujar Alamsyah di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu
               (21/12).

               Menurut Alamsyah, pembahasan Omnibus Law malah dilakukan dengan penerima
               manfaat yaitu para pengusaha dan Kadin. Dia nilai langkah ini berbahaya.

               "Pembahasan lebih banyak ke dunia pengusaha yang kita tahu ga semua pengusaha
               itu oke, sebagian pengusaha adalah broker bukan really investor bukan really
               pelaku. Jangan sampai menyimpang," jelas Alamsyah.

               Dia menjelaskan, pihak-pihak yang ingin mengakses isi Omnibus Law harus
               menandatangani permohonan persetujuan. Pihak yang memohon untuk akses
               Omnibus Law itu diminta merahasiakan isinya.

               "Jadi menurut saya jangan cara-cara kolonial begitu ya ga ada orang yang mau
               gagalkan Omnibus Law, semua orang perlu, tapi jangan sampai Omnibus Law
               dibahas sepihak oleh penerima manfaat, Kadin," kata Alamsyah

               "Kalau pemerintah mau menggelar konsultasi publik lebih balance pihak-pihak lain,
               termasuk Ombudsman itu lebih baik," sambungnya.




                                                       Page 55 of 152.
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61