Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 57

Pertemuan Tertutup dengan Elite Politik

               Selasa 14 Januari 2020 lalu, Presiden Jokowi melakukan pertemuan tertutup di
               Istana Negara, dengan para elite politik. Salah satunya membahas mengenai
               Omnibus Law.

               Dalam acara itu, hadir antara lain Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
               Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai
               NasDem Surya Paloh, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan Ketua Umum PKB
               Muhaimin Iskandar.

               Selain Johnny, sejumlah sekretaris jenderal partai turut serta, antara lain Sekjen PDI
               Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Sekjen PPP Arsul Sani. Sejumlah wakil ketua DPR
               RI juga ikut dalam diskusi tersebut. Namun Ketua DPR RI Puan Maharani tidak hadir
               dalam acara tersebut.

               Berharap Omnibus Law Segera Rampung

               Disahkannya peraturan Omnibus Law harus melalui mekanisme pembahasan dan
               disetujui oleh DPR bersama-sama dengan pemerintah. Karena itu, Presiden Jokowi
               mendorong DPR dapat menuntaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus
               Law maksimal dalam waktu 100 hari. Menurutnya, Omnibus Law dibutuhkan
               lantaran pemerintah ingin mempercepat transformasi ekonomi domestik.

               "Kita sudah sampaikan ke DPR, mohon ini bisa diselesaikan maksimal 100 hari. Saya
               angkat jempol saya, dua jempol ini kalau DPR bisa menyelesaikan ini dalam 100
               hari," ujar Presiden Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan
               (PTIJK) di Ritz-Charlton Hotel, Jakarta, Kamis (16/1).

               Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Fraksi NasDem, Willy Aditya
               mengatakan, cepat tidaknya hal tersebut tergantung dari pemerintah.

               "Bolanya justru bukan di DPR bolanya justru dari pemerintah dan ini adalah sesolid
               apa draf RUU yang dikirim oleh pemerintah. Itu poinnya," kata Willy di Kompleks
               Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/1).

               Willy mengatakan, saat ini terdapat empat RUU omnibus law yang diajukan
               pemerintah, yaitu omnibus law cipta lapangan kerja, perpajakan, Ibu kota Negara
               (IKN) dan Farmasi. Kemudian, muncul wacana omnibus law keamanan laut. Willy
               pun juga ingin pemerintah serius menyelesaikan itu.

               "Kalau DPR tentu sesuai dengan spirit pemerintah mengapresiasi itu. Tetapi
               prosesnya tidak cukup dengan diskursus atau wacana. Manis di bibir tetapi begitu
               praktiknya compang camping," tuturnya.
               Pasal Kontroversi

               Dalam draf rancangan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang diterima



                                                       Page 56 of 152.
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62