Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 59

maupun UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal pengupahan. Oleh
               karenanya, buruh menolak skema upah per jam.

               "Dengan ditetapkannya (skema upah per jam) itu, sudah dipastikan Indonesia tidak
               lagi memiliki upah minimum sebagai jaring pengamanan kepastian upah," ujar Wakil
               Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) utusan dari KSPI, Iswan Abdullah, di
               Jakarta, Sabtu (28/12).

               Adanya perubahan skema upah per jam, menurut Iswan, akan membuat
               keberadaan UMP terkikis dan perlahan akan menghilang. Perusahaan dikhawatirkan
               akan bersikap semena-mena atas upah yang diberikan pada pekerja. Kemudian
               akan berdampak pada masyarakat miskin absolut.

               Jaminan sosial yang diberlakukan atas adanya standar UMP, dipastikan akan
               ditiadakan. Hal itu terjadi karena pengusaha merasa tidak lagi memiliki tanggung
               jawab atas pembayaran jaminan sosial lagi.

               "Kalau ini (upah per jam) berlaku, maka jaminan sosial akan hilang beban
               perusahaan untuk membayar itu. Karena standarnya UMP," jelas Iswan.

               Hal itu, Iswan mengkhawatirkan, akan ada defisit jaminan sosial yang berlaku di
               Indonesia. Seperti BPJS Kesehatan. "Defisit BPJS Kesehatan karena pengusaha tidak
               mendaftarkan pegawainya," tutup Iswan.

               Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan,
               skema gaji per jam tidak berlaku untuk seluruh buruh dan aparatur negara. Skema
               itu ditujukan untuk sektor jasa seperti konsultan dan pekerja paruh waktu.

               "Kalau pekerja pabrik tetap gaji bulanan," kata Menko Airlangga di Kantornya,
               Jakarta Pusat, Jumat (27/12).

               Menko Airlangga menjelaskan, pekerja yang sudah menerima gaji bulanan tak akan
               terimbas wacana ini. Mereka akan tetap dibayar sesuai dengan upah minimum yang
               ditetapkan.

               Buruh Demo Tolak Omnibus Law

               Buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar
               demonstrasi di depan Gedung DPR, pada Senin (20/1), untuk menyuarakan
               penolakan terhadap Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan
               Kerja.

               DPR pun menerima perwakilan buruh yang berdemo menolak Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, DPR sepakat
               dengan buruh untuk membentuk tim kecil.

               "Saya sudah berjanji kepada kawan-kawan buruh untuk memfasilitasi mereka ke



                                                       Page 58 of 152.
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64