Page 63 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 63

Title          HEADLINE: OMNIBUS LAW, SEBERAPA PENTING BISA DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI
                              NASIONAL?
               Media Name     liputan6.com
               Pub. Date      21 Januari 2020
               Page/URL       https://www.liputan6.com/bisnis/read/4160019/headline-omnibus-law-sebe rapa-
                              penting-bisa-dorong-pertumbuhan-ekonomi-nasional
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive

               HEADLINE: OMNIBUS LAW, SEBERAPA PENTING BISA DORONG
               PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL?

               Omnibus Law sepertinya menjadi regulasi yang paling ditunggu banyak pihak.
               Istilah Omnibus Law pertama kali disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat
               dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, pada 20 Oktober
               2019.

               Targetnya, Omnibus Law digadang-gadang bisa menyederhanakan berbagai regulasi
               yang dianggap masih berbelit dan panjang di negeri ini.

               Imbas lanjutan, menggaet investasi masuk dan mendorong perekonomian nasional
               melalui perbaikan ekosistem investasi dan daya saing Indonesia. Ini khususnya
               dalam menghadapi ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global.

               Omnibus Law diyakini bisa membuat Indonesia lebih cepat bergerak maju sebab tak
               ada lagi regulasi yang menghambat.

               "Kalau ini (Omnibus Law) betul-betul keluar, akan ada perubahan besar dalam
               pergerakan ekonomi kita," ujar Jokowi, di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

               Awalnya, RUU yang ditargetkan dapat diajukan pada Januari 2020 untuk Omnibus
               Law yaitu, UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM. Selain itu, UU
               Perpajakan.

               Khusus dalam draf RUU Omnibus Law Perpajakan dan Cipta Lapangan Kerja,
               setidaknya ada 1.244 pasal dan 79 UU yang akan dibatalkan.

               Ribuan pasal tersebut dinilai menghambat Indonesia untuk merespons perubahan
               dunia sehingga pemerintah memutuskan untuk memangkasnya. Saat ini, Indonesia
               memiliki dua persoalan yaitu, defisit transaksi berjalan dan defisit neraca
               perdagangan.

               Kedua masalah itu terjadi karena terlalu banyaknya aturan yang menghambat baik
               di level pemerintah pusat maupun daerah.

               Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menuturkan,
               substansi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja mencakup 11 klaster.

               Yaitu Penyederhanaan Perizinan, Persyaratan Investasi, Ketenagakerjaan.




                                                       Page 62 of 152.
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68