Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 64

Kemudian, Kemudahan, Pemberdayaan, dan Perlindungan UMKM. Adapula
               kemudahan Berusaha, Dukungan Riset dan Inovasi, Administrasi Pemerintahan,
               Pengenaan Sanksi, Pengadaan Lahan, Investasi dan Proyek Pemerintah, dan
               Kawasan Ekonomi.

               "Kami telah membahas substansi 11 klaster tersebut secara intensif dengan 31
               kementerian/lembaga terkait," jelas dia.

               Sementara itu Omnibus Law Perpajakan yang disiapkan Kementerian Keuangan
               mencakup 6 pilar. Di antaranya, Pendanaan Investasi, Sistem Teritori, Subjek Pajak
               Orang Pribadi, Kepatuhan Wajib Pajak, Keadilan Iklim Berusaha, dan Fasilitas.

               "Substansi kedua Omnibus Law tersebut kami selaraskan. Substansi yang terkait
               dengan aspek Perpajakan dan Kebijakan Fiskal, yang menyangkut substansi di
               Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, dimasukkan ke dalam Omnibus Law
               Perpajakan," jelas Menko Airlangga.
               Target 100 Hari

               Selama 100 hari. Itulah target dari Jokowi untuk DPR bisa menyelesaikan
               pembahasan RUU Omnibus Law, sejak draf aturan itu diserahkan pemerintah.

               Jokowi berjanji akan memberikan apresiasi tinggi kepada DPR apabila bisa
               menyelesaikannya dengan cepat. "Saya akan angkat jempol, dua jempol, kalau DPR
               bisa selesaikan ini dalam 100 hari," ujar dia, Kamis (16/1/2020).

               Gayung pun bersambut. DPR pun merepons desakan Jokowi terkait Omnibus Law.
               Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, tuntutan Jokowi tersebut bukan
               hal mustahil sepanjang semua pihak memiliki komitmen dan niat baik
               melakukannya.

               DPR akan komunikasi dengan sejumlah pihak yang berkepentingan dalam
               pembentukan Omnibus Law. "Belajar dari hal lalu, DPR akan banyak membuka
               komunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat yang berkepentingan dengan
               Undang-Undang yang akan kita jalan tersebut," ujar dia, Jumat (17/1/2020).

               Dia memastikan DPR siap mengawal agar proses pembentukan Omnibus Law
               tersebut.

               Sementara Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Fraksi Nasdem Willy Aditya
               mengatakan, cepat tidaknya pembahasan Omnibus Law tergantung dari
               pemerintah.

               "Bolanya justru bukan di DPR bolanya justru dari pemerintah. Dan ini adalah sesolid
               apa draft RUU yang dikirim oleh pemerintah. Itu poinnya," kata Willy.

               "Karena apa, ini kan satu tantangannya ini tradisi baru. Kedua, ini mem-bypass
               sekian banyak UU yang ada, tentu sejauh apa pemerintah dalam proses timnya itu



                                                       Page 63 of 152.
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69