Page 92 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 92

UJUNG TOMBAK KETENAGAKERJAAN, KEMNAKER SEBUT KINERJA PENGANTAR
              KERJA HARUS MAKSIMAL
              Kementerian  Ketenagakerjaan  menegaskan  bahwa  Pejabat  Fungsional  Pengantar  Kerja
              merupakan ujung tombak pelayanan penempatan tenaga kerja dalam mempertemukan pencari
              dan pemberi kerja. Untuk itu, Pengantar Kerja diminta memaksimalkan kinerjanya.

              "Saya minta ke depannya itu, kinerja teman-teman Pengantar Kerja ini lebih maksimal. Apalagi
              ini ada IKAPERJASI (Ikatan Pengantar Kerja Seluruh Indonesia) yang bisa memberikan masukan-
              masukan  yang  khususnya  berkaitan  dengan  Pengantar  Kerja,"  ucap  Dirjen  Pembinaan
              Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker,
              Suhartono.

              Dirjen Hartono menyampaikan hal tersebut saat menutup Forum Koordinasi Pejabat Fungsional
              Pengantar Kerja Seluruh Indonesia Tahun 2021 di Yogyakarta, Kamis (28/10/2021).

              Dirjen Suhartono pun secara langsung meminta IKAPERJASI agar menjadi mitra Kemnaker untuk
              memperkuat  peran  dan  fungsi  Pengantar  Kerja  dalam  meningkatkan  kompetensi  dan
              profesionalismenya.

              Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Suhartono(c)2021 "Saya mempunyai harapan yang besar
              terhadap  organisasi  profesi  IKAPERJASI  untuk  peningkatan  profesionalisme  dan  kompetensi
              Pengantar Kerja dalam memberikan layanan antar kerja," ujar Dirjen Suhartono.

              Menurutnya, Pengantar Kerja yang berada di daerah lebih mengetahui daripada yang di pusat
              terkait persoalan ketenagakerjaan. Mereka sehari-hari berhadapan dengan para pencari kerja
              dan informasi lowongan ketenagakerjaan.

              "Orang begitu keluar dari dunia pendidikan, sudah harus berhadapan dengan Pengantar Kerja.
              Orang  yang  bekerja,  kemudian  terkena  PHK,  akan  berhadapan  dengan  Pengantar  Kerja,"
              ucapnya.

              Namun demikian, ia mengakui bahwa hingga kini jumlah Pengantar Kerja masih sedikit. Bahkan
              terdapat suatu kabupaten tidak ada Pengantar Kerja sama sekali. Padahal, katanya, di kabupaten
              tersebut banyak terdapat lembaga pendidikan dan industri.

              "Makanya saya selalu sampaikan kepada teman-teman bahwa ahlinya itu ada di daerah, bukan
              di pusat karena Pengantar Kerja di daerah yang tahu persis setiap hari, setiap saat yang selalu
              berhadapan dengan pencari kerja, selalu berhadapan dengan lowongan pekerjaan," ucapnya.

              [hhw].






















                                                           91
   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97