Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 52
Cipta Kerja. Bukan tidak ada lapangan kerjanya, tapi bapak ibu sekalian nantinya
disingkat cilaka malah lebih nggak bagus. Makanya lapangannya dihapus, diganti
dengan cipta kerja," tutur Srimul dalam pertemuan itu, Rabu (12/2).Perubahan
nama itu juga kembali ditekankan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga menyebut RUU itu berganti nama dengan alasan agar tidak menjadi
bahan guyonan atau plesetan masyarakat.
"Bahwa judulnya adalah (RUU) Cipta Kerja, singkatannya Ciptaker. Jadi tadi arahan
Ibu Ketua DPR jangan dipleset-plesetin," kata Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2).Draf yang diserahkan
pemerintah itu terdiri atas 79 RUU, 15 bab, dan 174 pasal. Pemerintah bersama DPR
disebut akan menyosialisasikan omnibus law Cipta Kerja ini ke masyarakat.
"Tentunya anggota Dewan kami akan libatkan untuk bersosialisasi sebelum
masyarakat bisa mengetahui apa yang akan dibahas, apa yang akan diputuskan,
dan juga dampak bagi perekonomian nasional. Dan kondisinya memang murni
untuk menciptakan lapangan pekerjaan, di mana dalam situasi global maupun
dengan adanya virus corona, salah satu solusi untuk meningkatkan lapangan
pekerjaan itu adalah melakukan transformasi struktural ekonomi yang ada di dalam
omnibus law," ujar Airlangga.Ketua DPR Puan Maharani pun menyambut baik
pergantian nama itu. Menurutnya pergantian nama itu bisa meminimalisir prasangka
buruk terkait draf RUU sapu jagat itu.
"Pada hari ini hadir Menko Perekonomian, Menkeu, Menaker, Menteri ATR, Menkum
HAM, Menteri LHK ke DPR untuk berkoordinasi terkait omnibus law RUU Cipta Kerja.
Jadi sudah bukan Cipta Lapangan Kerja, Cipker singkatannya, bukan Cilaka. Sudah
jadi Cipker," ungkap Puan.
"Jadi jangan sampai belum beredarnya atau tersosialisasinya draf ini kemudian
menimbulkan prasangka-prasangka lain yang menimbulkan kecurigaan karena kami
memang belum membahasnya," pungkas Puan.
Page 51 of 177.

